Program Mudik ke Jakarta Dinilai Sukses Ubah Wajah Lebaran di Ibu Kota

Akmal Fauzi
18/4/2026 20:58
Program Mudik ke Jakarta Dinilai Sukses Ubah Wajah Lebaran di Ibu Kota
Wisatawan berswafoto dengan latar suasana kota dari atas bus wisata Open Top Tour of Jakarta di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta(ANTARA FOTO/Fauzan)

PROGRAM “Mudik ke Jakarta” yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuai beragam respons positif. Program ini dinilai berhasil mengubah narasi Lebaran dari sekadar arus keluar Jakarta menjadi peluang wisata dan penggerak ekonomi ibu kota.

Pengamat komunikasi, Wahyuningsih Subekti, menilai strategi komunikasi yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta dalam mempromosikan program ini tergolong cerdas dan inovatif.

Menurut Wahyuningsih, selama ini narasi Lebaran identik dengan pergerakan masyarakat yang meninggalkan Jakarta menuju kampung halaman. Namun, pendekatan yang dilakukan pemerintah daerah mampu membalik perspektif tersebut dengan menjadikan Jakarta sebagai destinasi wisata.

“Pak Gubernur tidak hanya bicara soal mengurai macet, tetapi juga menghidupkan ekonomi kota saat musim libur. Ini adalah bentuk komunikasi yang berani karena berani menawarkan hal baru yang selama ini tidak terpikirkan oleh banyak pihak,” ujar Wahyuningsih Subekti dalam keterangan yang diterima, Sabtu (18/4).

Ia menilai kombinasi promosi secara daring dan luring yang dilakukan cukup efektif dalam membangun kesadaran publik. Media digital dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi secara cepat dan luas, sementara pendekatan langsung memberikan rasa percaya sekaligus kedekatan dengan masyarakat.

Wahyuningsih juga menyoroti peran Jakarta Experience Board (JXB) yang aktif melakukan promosi lintas kota, termasuk ke Surabaya dan Semarang.

“Langkah tim JXB yang datang langsung ke Surabaya dan Semarang adalah cara jemput bola yang sangat tepat. Dengan hadir langsung di sana, Jakarta menunjukkan sikap ramah dan serius mengundang warga daerah untuk berlibur. Orang merasa disambut dengan tangan terbuka di Ibu Kota,” katanya.

Selain itu, ia memuji keberhasilan pendekatan storytelling dalam kampanye “Belanja Senang Cuan Datang”. Narasi tersebut dinilai mampu mengubah persepsi Jakarta dari kota yang sibuk menjadi destinasi liburan yang menarik saat Lebaran.

“Jakarta tidak lagi digambarkan sebagai kota kantor yang sibuk, melainkan kota wisata belanja yang menguntungkan. Angka transaksi yang mencapai Rp21 triliun menunjukkan bahwa masyarakat percaya dengan cerita ini. Orang melihat Jakarta sebagai tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu libur sambil menikmati berbagai promo menarik,” paparnya.

Menurut Wahyuningsih, pendekatan berbasis pengalaman (experiential) melalui voucher, promo hotel, dan paket tur menjadi strategi komunikasi yang efektif, bukan sekadar insentif.

“Bagi rakyat, bukti nyata lebih penting dari sekadar kata-kata. Voucher dan promo hotel adalah bentuk sambutan hangat dari Pak Gubernur. Ketika orang merasakan langsung kemudahan dan murahnya berlibur di Jakarta, mereka akan pulang dengan kesan yang sangat baik,” pungkasnya.

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya