Pengamat Puji Program Mudik ke Jakarta, Dorong Perputaran Ekonomi hingga Rp21 Triliun

Akmal Fauzi
19/4/2026 21:35
Pengamat Puji Program Mudik ke Jakarta, Dorong Perputaran Ekonomi hingga Rp21 Triliun
Pengunjung berpose saat foto di Lighting Art Kota Tua, Jakarta, Rabu (2/4/2025). Libur Hari Raya Idul Fitri 1446 H, dimanfaatkan warga untuk berwisata di Kota Tua dengan wahana lighting art dan bersepeda.(ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

PROGRAM “Mudik ke Jakarta” yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil mencatat capaian ekonomi signifikan. Dengan nilai transaksi mencapai Rp21 triliun, program ini dinilai sebagai terobosan positif yang mampu mengubah persepsi Jakarta dari sekadar pusat bisnis menjadi destinasi wisata domestik yang menarik, khususnya pada momen Lebaran.

Pengamat ekonomi Syane Rachma Dian memberikan penilaian positif terhadap dampak program tersebut terhadap perekonomian daerah.

“Saya melihat program ini sebagai terobosan positif. Program ini membuka peluang baru, khususnya bagi sektor pariwisata, perdagangan, dan industri kreatif di Kota Jakarta,” ujar Syane Rachma Dian.

Menurutnya, selama ini Jakarta lebih dikenal sebagai pusat bisnis sehingga potensi wisatanya kurang terekspos. Melalui program “Mudik ke Jakarta”, pemerintah dinilai berhasil mengubah persepsi tersebut. Nilai transaksi yang mencapai Rp21 triliun menunjukkan tingginya daya beli masyarakat serta antusiasme publik terhadap program ini.

“Untuk program yang relatif baru, capaian ini sangat signifikan dan menandakan bahwa Jakarta memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata domestik, terutama pada periode libur panjang seperti Lebaran,” tambahnya.

Syane menjelaskan, sektor yang paling diuntungkan dari program ini adalah pariwisata dan hospitality. Kerja sama dengan berbagai pelaku usaha di sektor perhotelan, transportasi, tempat hiburan, dan destinasi rekreasi dinilai memberikan dampak nyata.

“Namun, dengan berkembangnya tren lewat media sosial, program ini juga menarik minat wisatawan untuk mengeksplorasi pengalaman baru melalui wisata kuliner dan mengunjungi tempat makan populer,” jelasnya.

Selain itu, UMKM di bidang fesyen, kerajinan, oleh-oleh, dan produk kreatif turut terdorong. Peningkatan nilai transaksi serta jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan menunjukkan bahwa dampak ekonomi program ini tidak hanya terkonsentrasi pada satu sektor, tetapi menyebar ke berbagai lapisan usaha.

Potensi Menjadi Strategi Jangka Panjang

Syane optimistis program “Mudik ke Jakarta” memiliki potensi untuk dijadikan strategi jangka panjang, terutama sebagai stimulus ekonomi musiman saat Lebaran.

“Meninjau magnitude response dan antusiasme masyarakat di Lebaran kemarin, saya melihat adanya potensi untuk program ini dijadikan strategi jangka panjang,” katanya.

Menurutnya, program ini merupakan strategi cerdas dalam membangun citra Jakarta, bukan hanya sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga sebagai kota dengan beragam pilihan wisata urban, budaya, kuliner, dan hiburan.

“Pengemasan secara konsisten akan mendatangkan dan meningkatkan kunjungan domestik setiap tahun. Hal ini tentu dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dengan menjaga konsumsi masyarakat saat momen liburan,” ujarnya.

Salah satu keunggulan program ini adalah adanya multiplier effect yang besar terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

“Ketika wisatawan datang dan membelanjakan uangnya di hotel, restoran, pusat belanja, transportasi, dan tempat hiburan, maka pendapatan tersebut tentu akan berputar kembali ke pelaku usaha lain, termasuk UMKM,” jelas Syane Rachma Dian.

Sebagai contoh, meningkatnya kunjungan ke kawasan seperti Blok M, Kota Tua, maupun pusat perbelanjaan akan mendorong penjualan stan makanan lokal, produk kreatif, hingga jasa event dan hiburan.

“Jadi, manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh usaha besar, namun juga berdampak positif pada pelaku usaha kecil dan menengah,” pungkasnya.

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya