Program Mudik ke Jakarta Dinilai Hidupkan Perekonomian dan Pariwisata

Rahmatul Fajri
20/4/2026 13:29
Program Mudik ke Jakarta Dinilai Hidupkan Perekonomian dan Pariwisata
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PROGRAM "Mudik ke Jakarta" yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dinilai sukses mengubah pola pikir masyarakat mengenai tradisi Lebaran. Langkah ini dipandang bukan sekadar strategi mengurai kemacetan, melainkan inovasi cerdas dalam menghidupkan geliat ekonomi dan pariwisata ibu kota di masa libur panjang.

Pengamat Komunikasi, Wahyuningsih Subekti menyebut strategi komunikasi yang dijalankan Pemprov DKI dalam mempromosikan program ini sangat inovatif. Menurutnya, Jakarta berhasil keluar dari narasi konvensional Lebaran yang selama ini hanya identik dengan arus keluar menuju daerah.

“Pak Gubernur tidak hanya bicara soal mengurai macet, tetapi juga menghidupkan ekonomi kota saat musim libur. Ini adalah bentuk komunikasi yang berani karena menawarkan hal baru yang selama ini tidak terpikirkan banyak pihak,” ujar Wahyuningsih melalui keterangannya, Senin (20/4/2026).

Wahyuningsih menyoroti efektivitas promosi lintas kota yang dilakukan oleh Jakarta Experience Board (JXB). Langkah tim JXB yang turun langsung melakukan promosi ke kota-kota besar seperti Surabaya dan Semarang dianggap sebagai cara jemput bola yang memberikan rasa keakraban bagi warga daerah.

“Dengan hadir langsung di sana, Jakarta menunjukkan sikap ramah dan serius mengundang warga daerah untuk berlibur. Orang merasa disambut dengan tangan terbuka di Ibu Kota,” katanya.

Ia juga memuji keberhasilan teknik storytelling dalam kampanye "Belanja Senang Cuan Datang". Strategi ini dinilai mampu mengubah persepsi publik terhadap Jakarta, dari yang semula dianggap sebagai kota kerja yang sibuk dan macet, menjadi destinasi belanja serta wisata yang menguntungkan. Kesuksesan narasi tersebut tercermin dari angka transaksi yang sangat signifikan. 

“Angka transaksi yang mencapai Rp21 triliun menunjukkan bahwa masyarakat percaya dengan cerita ini. Orang melihat Jakarta sebagai tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu libur sambil menikmati berbagai promo menarik,” kata Wahyuningsih.

Selain narasi yang kuat, pendekatan melalui pemberian voucer, promo hotel, dan paket tur dinilai sangat efektif sebagai bentuk sambutan hangat bagi para pelancong. Menurutnya, bagi masyarakat, bukti nyata berupa kemudahan dan harga yang terjangkau jauh lebih penting daripada sekadar kata-kata.

“Ketika orang merasakan langsung kemudahan berlibur di Jakarta, mereka akan pulang dengan kesan yang sangat baik. Ini adalah strategi komunikasi yang menyentuh langsung aspek pengalaman (experiential),” pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya