Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGACARA AKBP Dody Prawiranegara, Adriel Purba, menyebut Irjen Teddy Minahasa tampak memiliki kekuasaan di hadapan penyidik saat menjalani konfrontasi dengan kliennya.
Adriel menyebut saat menjalani konfrontasi, ia melihat Irjen Teddy seperti memiliki kuasa dengan mencoba mengatur pertanyaan yang disampaikan penyidik.
"Ketika pemeriksaan konfrontasi, saya hadir langsung melihat gestur Teddy seperti berkuasa di hadapan penyidik karena mencoba mengatur pertanyaan yang seharusnya ditanyakan penyidik," kata Adriel melalui keterangannya, Jumat (25/11).
Adriel mengatakan Irjen Teddy juga terlihat seperti penyidik dengan bertanya ke saksi yang lain. Padahal, ucap Adriel, hal tersebut merupakan tugas dan kewenangan penyidik.
"Meski demikian, kami tetap mengapresiasi penyidik Ditresnarkoba Polda Metro Jaya tetap dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar,” ucapnya.
Adriel menyebut, saat konfrontasi, Irjen Teddy juga tidak konsisten atau plin-plan. Ia mengatakan, sebelumnya Irjen Teddy menyatakan mencabut semua keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP) yang alasan pencabutannya tidak pernah dijelaskan. Padahal, kata ia, umumnya orang mencabut BAP karena mendapat tekanan selama proses pemeriksaan.
"Faktanya, siapa yang bisa tekan seorang jenderal bintang 2?" kata Adriel.
Baca juga: Irjen Teddy Minahasa dan Irjen Napoleon belum Dipecat, ISESS: Kapolri Tak Konsisten
Berdasarkan konfrontasi itu, Adriel menyimpulkan tersangka lainnya, AKBP Dody, Linda dan Arif bukan pelaku utama dalam perkara narkoba sabu 5 kilogram. Ia mengatakan Irjen Teddy merupakan aktor di balik 5 kilogram sabu yang ditemukan di kediaman AKBP Dody dan Linda.
“Kami menduga Pak Teddy Minahasa merupakan pelaku utama atau aktor intelektual dalam kasus ini. Perlu diingat sebagai aktor intelektual, Teddy Minahasa itu menyuruh melakukan tindak pidana, sehingga sangat wajar BB tersebut ditemukan di rumah Dody dan Linda sebagai orang yang disuruh menjual barang haram itu,” pungkas Adriel.
Diketahui, AKBP Dody dan Irjen Teddy ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran narkoba. Keduanya dipertemukan untuk dikonfrontasi di Polda Metro Jaya, Rabu (23/11).(OL-5)
Komunitas menyadari sepenuhnya bahwa lingkungan sosial memiliki peran yang penting dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Mantan anggota Polri Robig Zaenudin dipindahkan ke Nusakambangan karena diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas Semarang.
Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan di 14 tempat kejadian perkara (TKP) pada lima kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
Majelis hakim menjatuhkan vonis kepada Ammar Zoni berupa pidana penjara tujuh tahun dan denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan.
Bareskrim Polri mengungkap perputaran dana Rp124 miliar dalam kasus TPPU jaringan narkoba ‘The Doctor’ dengan ribuan transaksi.
Laporan pengemudi ojol mengungkap peredaran narkoba dalam vape. Polisi menangkap tersangka dan menyita barang bukti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved