Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPANJANG 2022, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan telah menggagalkan 379 penyelundupuan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) seberat 1,86 juta ton.
"Sampai 10 Juni 2022, DJBC telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan NPP sebanyak 379 kasus dengan total berat tegahan 1,86 juta ton," ungkap Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Syarif Hidayat saat berdiskusi dengan awak media di kantornya, Jakarta, Jumat (17/6).
Dia menyebutkan, tren penyelundupan NPP terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Bahkan selama masa pandemi penyelundupan barang haram itu dilakukan dengan metode baru untuk menghindari deteksi otoritas keamanan.
Barang yang sebelummya diselundupkan dalam gelondongan kini mulai dicecer menjadi bentuk yang lebih kecil. Jaringan penyelundup yang kerap memasok NPP ke Indonesia diyakini adalah Golden Chrysant dan Golden Triangle.
Baca juga: Polisi Gerebek Transaksi Narkoba di Rumah Kontrakan
"Kita banyak intersep narkoba dari barang pengiriman. Itu biasanya masuk di perairan Malaka-Aceh. Mereka juga memasukan dari jalur selatan, terakhir ada di Pangandaran tapi didapatkan oleh polisi," kata Syarif.
Karenanya, lanjut dia, DJBC terus meningkatkan pengawasan baik di perbatasan maupun di dalam wilayah Indonesia. Selain itu, DJBC memiliki tim untuk menganalisa gerak perdagangan NPP di darkweb, instagram, dan facebook.
"Hampir setiap hari kita mendapatkan tangkapan pada cyber patrol," pungkas Syarif. (OL-4)
Upaya penyelundupan hampir 40 ribu benih lobster di Bandara Juanda berhasil digagalkan. Pelaku gunakan modus baru dengan handuk basah, nilai mencapai Rp1 miliar.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kantor wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita enam barang dari Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf, dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Bea Cukai.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dengan menyita sejumlah barang bukti.
KPKĀ sedang mengevaluasi alasan ketidakhadiran para pengusaha tersebut pada pemanggilan pertama.
Kasus dugaan korupsi cukai yang menyeret oknum di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) dinilai menjadi momentum penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved