Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI Februari, volume pengguna KRL cenderung stabil dengan rata-rata 390.407 pengguna per hari. Jika dibandingkan rata-rata selama Januari yang mencapai 451.738 pengguna per hari, ada jumlah pengguna KRL telah turun 13,5%.
Meski mulai terlihat penurunan jumlah pengguna seiring imbauan kembali beraktivitas dari rumah, KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.005 perjalanan KRL Jabodetabek per hari dengan jam operasional pukul 04.00-22.00 WIB.
Guna menghindari kepadatan pengguna yang biasanya terjadi di awal pekan, KAI Commuter mengimbau pengguna dapat mengatur jadwal perjalanannya dengan mengakses aplikasi KRL Access.
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Pengguna KRL Alami Penurunan di Pekan Ketiga Januari
Dalam aplikasi tersebut, pengguna dapat memantau kepadatan di stasiun, melihat jadwal perjalanan, dan posisi real time KRL.
"Di tengah terus meningkatnya penyebaran covid-19, KAI Commuter tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan bagi penggunanya dan menerapkan sejumlah aturan tambahan yang ada sejak pandemi. Konsistensi ini antara lain dengan melakukan pemeriksaan sertifikat vaksin, pemeriksaan suhu tubuh, dan menjaga jarak," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan tertulis, Minggu (7/2).
Selain itu, pengguna diwajibkan menggunakan masker ganda atau masker dengan filtrasi di atas 93% antara lain N95, KF95, dan KF94.
Petugas dengan tegas akan melarang pengguna masuk area stasiun apabila kedapatan tidak menerapkan protokol kesehatan.
"Sementara untuk aturan tambahan, KAI Commuter tetap melarang pengguna untuk berbicara secara langsung atau melalui ponsel saat berada di dalam kereta. Anak di bawah usia lima tahun juga belum diizinkan menggunakan KRL kecuali untuk keperluan medis," jelasnya.
Sementara para pengguna yang membawa barang dagangan berukuran besar juga diatur untuk menggunakan KRL hanya di jadwal kereta-kereta pertama serta di pukul 10:00 - 14:00 WIB.
"KAI Commuter meminta pengguna KRL untuk bekerja sama menekan penyebaran covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, KAI Commuter juga mengajak pengguna untuk saling mengingatkan maupun meminta bantunan kepada petugas terdekat di stasiun dan kereta untuk menegur pengguna yang kurang tertib protokol kesehatan," tegasnya. (OL-1)
Hingga Selasa (28/04), korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 14 orang, sementara puluhan lainnya masih dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.
Netty menekankan pentingnya layanan pendampingan psikologis bagi para korban selamat serta keluarga korban.
Puan menilai, tabrakan ini merupakan alarm keras bahwa kompleksitas jalur kereta di wilayah metropolitan sudah sangat tinggi.
Hingga saat ini, data sementara mencatat 14 korban meninggal dunia serta 79 korban luka-luka yang masih dalam penanganan di berbagai rumah sakit.
Prima menyebut pihaknya terus mendalami proses identifikasi. Sehingga hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada warga lebih lanjut.
Polisi mengerahkan sejumlah petugas untuk membantu proses evakuasi korban untuk dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku belum menerima data detail 130 perlintasan sebidang tak terjaga di wilayah Daop 1 Jakarta dari PT KAI.
Insiden tabrakan antara kereta komuter line di daerah Bekasi Timur oleh KA Argo Bromo Anggrek yang menimbulkan korban jiwa dan puluhan luka-luka memicu perhatian serius terhadap tata kelola.
MTI menilai kecelakaan KA dan KRL di Bekasi Timur jadi momentum perkuat prinsip 3E (Engineering, Enforcement, Education) demi keselamatan perlintasan sebidang.
Update kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur: 14 orang meninggal dunia dan 84 luka-luka. Korban tewas dibawa ke RS Polri untuk identifikasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved