Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERSEDIAAN sumber air menjadi masalah dalam penanggulangan kebakaran di DKI Jakarta. Kondisi hidran kota di ibu kota yang menjadi pasokan air utama untuk pemadaman kebakaran masih kurang memadai.
Berdasarkan data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, dari 1.213 hidran, hanya sekitar 34,7% atau 421 yang berfungsi sempurna. Artinya, hidran tersebut memiliki air, kopling untuk pemasangan selang, dan meteran.
Menurut Kepala Regu A Pos Damkar Pondok Kelapa Jakarta Timur, Matsani, hidran kota sudah tidak dilirik petugas ketika menghadapi kebakaran, katanya, di Jakarta, Jumat (3/12).
Matsani menyebutkan, saat ini sungai, selokan, dan empang menjadi pilihan sumber air yang lebih bisa diandalkan.
Baca juga: Tangsel Optimalkan Zakat untuk Perempuan dan Anak Korban Kekerasan
Dari sebanyak 378 hidran kota di Jakarta Timur, hanya 166 yang mempunyai kopling, meteran, dan tersedia air. Namun, kondisi hidran kota di Jakarta Timur sebetulnya bukan yang paling parah.
Di Jakarta Pusat hanya memiliki sebanyak 110 dari 288 hidran kota yang berfungsi (38,2 persen); Jakarta Selatan 40 dari 213 (18,8 persen); dan terendah Jakarta Barat dengan 11 dari 149 (7,4 persen). Jakarta Utara memiliki komposisi hidran aktif tertinggi, 94 dari 185 atau 50,8 persen.
Hidran kota yang lengkap belum tentu memiliki debit dan tekanan air yang memadai. Menurut Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, terkadang debit air hidran kota yang ke luar sangat kecil karena air untuk hidran menjadi satu jaringan dengan air baku warga Jakarta.
Namun, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta tidak bisa berbuat banyak atas kondisi hidran ini.
Menurut Gatot, hidran kota bukan tanggung jawab Dinas Gulkarmat DKI, melainkan PDAM Jaya. ”Kami hanya sebagai pengguna dan penggunaannya tercatat dalam meteran. Kami bayar setiap bulan,” ujarnya. (OL-4)
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved