Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA Pemerintah Kota Depok memberlakukan ganjil genap di ruas Jalan Margonda ditolak DPRD Kota Depok. Selain memboroskan APBD, Ganjil Genap disebut berdampak menyengsarakan masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Depok Babai Suhaimi menegaskan Ganjil Genap (Gage) tidak tepat diterapkan di Jalan Margonda, Kota Depok, karena Jalan Margonda kecil, mobilitas kendaraan juga tidak padat.
"Rencana ini harus dibatalkan karena dampaknya menyengsarakan masyarakat. Wali Kota tak boleh semena-mena merencanakan sesuatu tanpa mendapat persetujuan dari DPRD, " tegasnya, Selasa (28/9).
Ia mempertanyakan, seberapa panjang ruas jalan Margonda dan apa manfaatnya untuk masyarakat. Jalan Margonda itu pendek dan mobilitasnya tidak padat.
"Kalaupun terjadi sedikit kepadatan itu biasa. Kemacetan paling terjadi pada hari libur kerja seperi hari Sabtu, itupun hanya sebentar karena banyaknya putaran jalan di Margonda," imbuhnya.
Menurutnya rencana yang diprogramkan wali kota ini tidak lebih untuk menghamburkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).
"Memangnya untuk kajian bukan duit. Untuk Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dan rapat-rapat bukannya duit. Jadi tujuan dari program ini penghambur-hamburan APBD," tukasnya.
Baca juga: Penerapan Ganjil Genap Jl Sudirman, Polisi Masih Loloskan Mobil RFP hingga RFU Ganjil
Jadi, menurut Babai, penerapan Gage di Jalan Margonda tidak tepat, tidak tepat dan tidak tepat.
“Sebab, aturan Gage di jalan Margonda, tak ada pengaruhnya untuk Kota Depok. Beda halnya dengan kota-kota besar seperti DKI Jakarta dan kota-kota besar lainnya,” cetusnya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok dan Calon Wali Kota gagal ini mengingatkan Wali Kota Depok, Sekretaris Kota, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (BPPPD) dan Dinas Perhubungan Kota Depok menyetop rencana Gage tersebut.
“Kami (DPRD) Kota Depok menolak tegas rencana Gage diberlakukan di Jalan Margonda karena jelas-jelas tidak ada manfaat dan penghambur-hamburan APBD. Lebih baik APBD tersebut dialokasikan untuk hal yang lebih bermanfaat,” tukasnya.
Saat ini, lanjut Babai, SMP negeri di Kota Depok banyak menumpang belajar mengajar di sekolah dasar negeri (SDN). Jadi, alangkah eloknya jika APBD digelontorkan untuk pembebasan lahan dan pembangunan SMP negeri.
Begitu pun sampah-sampah yang kini banyak berserakan di tepian jalan akibat sudah penuhnya tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Kecamatan Cipayung, Kota Depok, di kaji apa solusinya.
"Kalau saya Wali Kota, pasti akan membebaskan lahan TPA baru sehingga sampah masyarakat tidak sampai menumpuk di jalan-jalan. Saya juga tidak akan membiarkan anak-anak belajar menumpang di sekolah lain, " pungkas Babai.
Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perhubungannya merencanakan penerapan Gage untuk kendaraan roda empat di jalan Margonda Oktober 2021.
Kepala seksi Manajemen Rekayasa Dinas Perhubungan Kota Depok Ari Manggala memprediksi kemacetan lalu lintas di jalan Margonda akan turun dari 30 kilometer per jam menjadi 26 kilometer per jam pada siang hingga malam hari jika Gage diberlakukan.
Menurut Ari, penerapan Gage tersebut diberlakukan untuk mengurangi mobiltas masyarakat di jalan Margonda.
“Tujuan utamanya hanya satu yakni ingin menekan angka mobilitas masyarakat," ungkap Ari Manggala.(OL-5)
Pengalaman pemerintahan sebelumnya yang menunjukkan bahwa besarnya dukungan parlemen tidak selalu berbanding lurus dengan efektivitas pemerintahan.
Ambang batas berjenjang sebagai sesuatu yang masih bisa dirumuskan secara fleksibel agar diterima berbagai pihak.
Asror alias Ruben yang juga mantan Wakil Direktur PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) didalami keterkaitannya dengan proyek pengadaan tenaga outsourcing yang berlangsung
KPK mengungkap tingkat kepatuhan LHKPN anggota DPRD hanya 41,22%. Simak alasan mengapa transparansi harta penting untuk melindungi legislator dari fitnah dan konflik kepentingan
Ia menyoroti video yang beredar memperlihatkan kendaraan dinas digunakan di luar konteks pekerjaan, bahkan diduga untuk keperluan keluarga di luar kota.
Pengecekan terhadap kekokohan pohon dan tiang reklame perlu dilakukan secara menyeluruh. Sebab, sejumlah pohon di Kota Bandung dinilai sudah mulai keropos dan rawan tumbang
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah secara komprehensif hingga ke hilir
Sampah dan lumpur yang diangkut dari aliran Kali Baru sekitar 7 ton dan 8 ton dari Kali Laya, dengan diangkut oleh 6 armada truk besar menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
Ledakan tabung gas diduga picu kebakaran Kafe di Depok. Sebanyak 35 orang terdampak, 5 karyawan alami luka bakar serius dan dilarikan ke RS.
Masyarakat diharapkan langsung mendatangi kantor kelurahan atau gerai layanan resmi Dukcapil Depok untuk melakukan aktivasi IKD secara aman dan legal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved