Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 18.339 spesimen.
"Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 10.636 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 399 positif dan 10.237 negatif," kata Dwi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/8).
Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 14.221 orang dites, dengan hasil 50 positif dan 14.171 negatif.
Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.
"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 79.237 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 542.734 per sejuta penduduk," terangnya.
Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 159 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 7.096 (orang yang masih dirawat/ isolasi).
Baca juga : Stafsus KSP: PTM di Jakarta Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain
"Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 850.583 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR," ungkapnya.
Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 830.197 dengan tingkat kesembuhan 97,6%, dan total 13.261 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,3%.
Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 4,6%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 14,7%.
Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 9.690.914 orang (108,4%), dengan jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 60.367 orang. Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 5.664.704 orang (63,4%), dengan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 157.001 orang. Perlu diketahui, terdapat penyesuaian data target vaksinasi di DKI Jakarta yang totalnya menjadi 8.941.211 orang.
Lebih lanjut, capaian vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 81,4% dan untuk dosis 2 sebanyak 56%. Sedangkan warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 114,9% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 62,9%.
Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan sebanyak 86,9% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 74,6%. Sementara vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 199.111 orang dan dosis 2 sebanyak 157.139 orang. (OL-7)
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Epidemiolog sekaligus peneliti Global Health Security, Dicky Budiman, mengatakan bahwa sebetulnya hal tersebut tidak mengagetkan karena covid-19 kini sudah menjadi endemi.
Berikut adalah 8 langkah pencegahan Covid-19 yang perlu diterapkan masyarakat untuk memutus rantai penularan virus:
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran pada 28 Mei lalu mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) dalam Surat Edaran mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19 menyebut varian dominan yang beredar di Indonesia adalah MB.1.1.
PENGURUS IAKMI dr Iqbal Mochtar mengatakan peningkatan kasus covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia, saat ini belum sampai pada level mengkhawatirkan.
"Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan puncak wabah tahun ini,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved