Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN studi 'Environmental Risk Outlook 2021' yang dilakukan oleh lembaga survei analisis risiko Verisk Maplecroft menunjukkan bahwa Jakarta berada di puncak ranking kota dengan risiko tertinggi bahaya lingkungan di dunia. Survei ini baru saja dirilis pada 12 Mei 2021 lalu dengan jumlah kota yang disurvei mencapai 414 kota di seluruh dunia.
Verisk Maplecroft menyebutkan ada 1,4 juta warga di Jakarta yang tinggal berdampingan dengan kombinasi dari berbagai risiko bahaya lingkungan termasuk pencemaran udara, ketersediaan air bersih yang buruk, tingkat stres yang ekstrem, bencana alam, hingga ancaman karena perubahan lingkungan.
Dengan meningkatnya emisi karbon yang terkait dengan perubahan iklim serta adanya pertumbuhan penduduk di seluruh dunia, risiko bagi penduduk, pengusaha properti, dan operasional komersial juga akan meningkat.
Baca juga : DKI Tutup Sementara Ancol, TMII dan Ragunan Hingga 17 Mei
Namun demikian, relokasi ke kota lain yang lebih aman juga bukan solusi yang tepat karena kota lain juga mengalami risiko yang sama seperti bencana alam. Verisk Maplecroft melanjutkan, sangat penting bagi pemerintah untuk melakukan asesmen detail terhadap risiko lingkungan tersebut. Sehingga pemerintah bersama warga dapat melakukan upaya untuk mengatasi gangguan dari risiko lingkungan itu.
Selain wabah covid-19 dan polusi udara yang saat ini masih dihadapi oleh Jakarta, masalah lainnya yang membahayakan warga dari segi bahaya lingkungan adalah penurunan muka tanah yang terus terjadi tiap tahun. Hal inipun telah menjadi perhatian Mantan Gubernur Joko Widodo yang saat ini menjadi presiden. Iapun berencana untuk memindahkan Ibu Kota.
Dalam hal risiko bahaya lingkungan, Jakarta menempati urutan pertama dan disusul oleh Ibu Kota India, New Delhi. Di tempat ketiga ada salah satu kota di India yakni Chennai. Di urutan keempat adalah Kota Surabaya dan di urutan kelima adalah Kota Lima (Peru). (OL-2)
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved