Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI tata ruang Universitas Trisakti Nirwono Joga menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tak memiliki terobosan baru dalam hal pengendalian banjir.
Upaya pengerukan waduk, sungai, dan saluran yang digembar-gemborkan sesungguhnya hanyalah program rutin yang memang mesti dilakukan baik di musim kemarau maupun musim hujan.
"Itu memang kegiatan rutinitas yang harus dilakukan ada atau tidak ada hujan. Ada atau tidak ada pandemi covid. Artinya tidak ada terobosan yang berarti. Artinya Jakarta dan warga yang tinggal di kawasan rawan akan tetap terdampak banjir, dan bisa lebih parah. Karena tidak antisipasi yang lebih signifikan," kata Nirwono saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (24/9).
Ia berharap, Pemprov DKI tetap bisa fokus pada upaya pengendalian banjir di samping harus fokus pada upaya penanganan covid-19.
Baca juga : Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perbaiki Pompa di 15 Underpass
Kendati demikian, Nirwono memahami fokus Pemprov DKI pasti akan terbagi ditambah banyaknya anggaran yang menyusut dan mayoritas harus dialihkan ke penanganan covid-19.
"Dinas SDA hanya bisa fokus pada pekerjaan rutin saja karena dana semua dialihkan untuk penanganan covid. Tugas yang bisa dilakukan seperti pengerukan sungai dan danau/waduk agar kapasitas daya tampung bertambah, membersihkan seluruh saluran air dari sampah dan endapan lumpur, serta memetakan kawasan rawan banjir untuk mempersiapkan antisipasi evakuasi jika terjadi banjir," jelasnya.
Di sisi lain, pekerjaan rumah dalam upaya pengendalian banjir yang terpaksa harus ditunda tahun ini seperti pembenahan sungai dengan normalisasi atau naturalisasi, revitalisasi situ/danau/embung/waduk, rehabilitasi saluran air, serta memperbanyak RTH diharapkan bisa maksimal dilakukan di tahun depan.
"PR di atas tadi yang harus dilakukan Pemda DKI. Tetapi karena kondisi pandemi begini tidak banyak pilihan. Dampaknya warga yang langganan banjir pasti akan kebanjiran lagi. Mereka haus disiapkan tempat evakuasi. Semoga saja curah hujannya tidak seekstrim awal tahun ini. Tantangannya apakah sudahh menyiapkan tempat evakuasi dan penampungan yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat," ungkapnya. (OL-7)
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
SEJUMLAH anak sungai di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari) Jambi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Pemprov Jawa Barat menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved