Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Tata Kota Yayat Supriyatna mengingatkan Pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan tiba. Ia mengatakan berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim hujan di Jakarta akan tiba antara November, Desember, Januari, dan Februari. Sehingga di musim kemarau ini, pemerintah dinilainya perlu melakukan pengecekan secara menyeluruh aspek penyebab banjir.
“Karena kita kan fokus di covid-19, jangan sampai nanti pada waktunya, covid-19 belum selesai banjirnya sudah datang lagi. Itu repot nanti lebih berat lagi. Itu masalah kita,” kata Yayat saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (16/9).
Baca juga: Perlu Langkah Radikal dari Hulu dan Hilir Tangani Banjir Jakarta
Pasalnya, banjir yang terjadi di Jakarta itu amat mungkin besarnya bukan karena banjir kiriman, melainkan karena adanya potensi hujan lokal dengan potensi hujan curam sehingga menimbulkan genangan. Menurutnya kalau genangan air bisa sampai 1 jam yang menyebabkan banjir berarti memang ada masalah pada saluran mikro.
“Kalau ada genangan itu baru persoalan mikro jadi kalau genangan di atas 1 jam itu ada masalah. Bisa nggak 15-20 menit langsung hilang kalau genangan bisa segitu berarti saluran mikronya itu bagus. Saluran-saluran di drainasenya maksimal, lancar, tali air di bawah trotoar itu bagus,” paparnya.
Untuk itu, Pemproc DKI dimintanya untuk memeriksa saluran, pembuangan sampah drainase, jaringan, hingga tali air. Termasuk dengan wilayah-wilayah yang berpotensi menimbulkan genangan tinggi.
“Belajar dari kasus-kasu kemarin kemungkinana Jakarta itu kalau hujan lokal saja bisa menyebabkan banjir tanpa harus dikirm dari Bogor,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengatakan, faktor penyebab banjir Jakarta didominasi pendangkalan dan penyempitan pada saluran mikro maupun makro. Data tersebut diperoleh dari hasil reses 106 jajaran DPRD DKI Jakarta.
Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta pun terus menghimpun penyebab banjir Ibukota. Berbagai macam penyebab nantinya akan dikompilasi dalam bentuk dokumen untuk dibahas dan dituntaskan dalam tiap rapat kerja Pansus.
“Rapat pansus banjir kali ini kita membahas daftar inventarisasi masalah yang sudah kita kumpulkan dari laporan warga, hasil reses, maupun masalah-masalah yang kami temui,” terangnya, Rabu (16/9).
Adapun banjir yang disebabkan pendangkalan terjadi pada sungai penghubung di Jalan Bukit Duri, Pancoran Barat, Jatinegara, Kramat Jati, Cililitan, Kali Mookervart, dan Kali Grogol. Selain pendangkalan akibat sedimentasi, penyempitan karena bangunan liar di bibir saluran juga menjadi faktor penyebab banjir di kawasan tersebut.
Dengan demikian, Zita memastikan Pansus Banjir akan menggelar rapat dengan mengundang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Cipta Karya Pertanahan dan Tata Ruang (Citata), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta. (Hld/A-1)
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
SEJUMLAH anak sungai di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari) Jambi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Pemprov Jawa Barat menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved