Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKURASI data penerima bantuan sosial Covid-19 menjadi persoalan saat penyaluran bansos di DKI Jakarta. Permasalahan data ini membuat banyak bantuan yang tidak tepat sasaran.
Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah menilai permasalahan tersebut harus segera diatasi. Hal ini agar tidak merembet ke daerah lain.
Baca juga: Kabar Baik! Pasien Sembuh dari Covid-19 di Indonesia Makin Banyak
Dalam hal ini, dia menyebut pemerintah daerah harus lebih proaktif. Pasalnya, pemerintah daerah memiliki perangkat seperti RT/RW untuk mendata warganya.
"Jadi yang kerja keras sekarang harus pemerintah daerah. Kalau pemerintah pusat itu posisinya pasif saja menerima data yang disampaikan pemerintah daerah," katanya kepada Media Indonesia, Sabtu (9/5).
"Pemerintah daerah yang tahu ini orang mana, mereka yang tahu daerahnya masing-masing," imbuhnya.
Trubus mengimbau agar jangan sampai terjadi distrust/ketidakpercayaan terhadap pemerintah karena persoalan data. Hal itu, katanya, rawan menimbulkan konflik sosial.
"Menurut saya sekarang (pemprov) DKI ini segera ke lapangan agar kemudian didata ulang semua yang belum dapat, tidak usah membeda-bedakan orang DKI atau mana," katanya.
"Ini bukan lagi masalah mana yang salah dan benar, yang penting segera diberikan bantuan terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pemudik yang tidak bisa mudik," jelasnya.
Trubus mengatakan persoalan data ini disebabkan beberapa hal. Pertama adalah ego sektoral antara pemerintah pusat dan daerah.
"Data itu kan sudah disepakati dalam rapat pemerintah pusat dan daerah bahwa 1,1 juta jiwa tanggung jawab pemprov DKI dan 2,5 juta pemerintah pusat. Namun, dalam pelaksanaan tahap pertama, terjadi misalnya satu orang bisa menerima lebih dari satu bantuan. Itu disebabkan karena data yang disampaikan oleh pemprov data yang sama," ungkapnya.
Selanjutnya, dia mengungkapkan, terdapat juga masalah birokrasi dan transparansi. Selama ini di DKI, kata dia, tidak ada transparansi siapa saja yang telah mendapatkan bantuan.
Baca juga: Gerakan Kurva Landai Jadi Solusi Penurunan Kasus Covid-19
"Birokrasinya selama ini DKI Jakarta lebih mengutamakan mereka yang KTP Jakarta. Kemudian kebijakannya berubah termasuk yang non-DKI diberikan (bantuan). Jadilah bertambah banyak datanya," tutur Trubus.
Menurutnya, hal ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Ia khawatir hal ini akan menjadi bom waktu karena bertentangan dengan rencana pemerintah dalam memutus penyebaran virus Covid-19 karena muncul konflik sosial. (OL-6)
PEMERINTAH terus mendorong percepatan transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) guna meningkatkan ketepatan sasaran, efisiensi, serta transparansi.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi masyarakat miskin.
DTSEN terbaru akan menjadi dasar utama dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler.
Cek status bansos PKH, BPNT, dan PIP April-Juni 2026. Cari tahu cara mendaftar, syarat, serta jadwal pencairan bantuan sosial di sini!
Bapanas mencatat realisasi penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng per 25 Maret telah menyentuh hingga 382.529 penerima di 24 provinsi.
Anggota Komisi VIII DPR Selly Gantina desak Kemensos satukan proses verifikasi dan penyaluran bansos untuk cegah percaloan dan dana mengendap di bank.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved