Kemensos Terima DTSEN Terbaru Lebih Cepat, Penyaluran Bansos Dipastikan Lebih Tepat Sasaran

Ficky Ramadhan
13/4/2026 16:23
Kemensos Terima DTSEN Terbaru Lebih Cepat, Penyaluran Bansos Dipastikan Lebih Tepat Sasaran
Menteri Sosial Saifullah Yusuf.(ANTARA/MAKNA ZAEZAR)

MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menerima hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 2 Tahun 2026 dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (13/4).

Gus Ipul menyampaikan bahwa proses pemutakhiran DTSEN kini dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Untuk triwulan II tahun ini, data berhasil diterima lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya.

"Alhamdulillah ini atas kesepakatan bersama, agar penyaluran bisa lebih cepat, Ibu Kepala BPS beserta jajaran bisa mempercepat penyerahan DTSEN hasil pemutakhiran itu 10 hari lebih cepat, jadi biasanya tanggal 20, kita bisa terima tanggal 10, Alhamdulillah untuk Triwulan kedua ini kita sudah bisa terima pada tanggal 10," kata Gus Ipul.

Ia menegaskan, DTSEN terbaru akan menjadi dasar utama dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada triwulan II.

"Saya bersyukur sekali, Alhamdulillah DTSEN semakin solid, DTSEN terus dilakukan langkah-langkah nyata, sehingga errornya terus menurun," ujarnya.

Selain untuk bansos, data ini juga akan digunakan dalam proses penjangkauan calon peserta didik Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027. Gus Ipul menekankan bahwa tidak ada mekanisme pendaftaran dalam program tersebut.

"Jadi siswa Sekolah Rakyat ini tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan berbasis DTSEN, khususnya nanti adalah di Desil 1 dan Desil 2," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa DTSEN telah dipadankan dengan data kependudukan milik Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

"Alhamdulillah pemadanan DTSEN dengan Dukcapil terus diperkuat," ucapnya.

Sementara itu, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa pembaruan DTSEN Volume 2 mencakup data pada tingkat keluarga dan individu. Terdapat peningkatan jumlah dibandingkan versi sebelumnya.

Jumlah keluarga tercatat naik dari 95,0 juta menjadi 95,3 juta keluarga. Sedangkan jumlah individu bertambah dari 289,0 juta menjadi 289,3 juta jiwa.

"Ini kami mutakhirkan ada yang meninggal sekitar 314 ribu berdasarkan SIAK, dan waktu kami ground check juga kami menemukan ada yang meninggal 356 ribu. Tetapi juga ada yang lahir baru, ada yang melakukan reaktifasi NIK dan kartu keluarga, sehingga net-nya tadi yang sudah saya sampaikan," jelas Amalia.

Dalam pemutakhiran tersebut, BPS juga menemukan adanya inclusion error atau kesalahan sasaran penerima bansos. Tercatat sebanyak 11.014 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berada di kelompok desil 5 ke atas.

"Kami menemukan adanya inclusion error yang hanya 11,014 (KPM) atau sebesar 0,06 persen dari penerima bansos Triwulan ke-1. Di mana total penerima bansos Triwulan ke-1 adalah sebesar 18,15 juta keluarga," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya