Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Dudi Gardesi membantah tuduhan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gagap dalam mengantisipasi banjir yang terjadi pada 1 Januari 2020. Dudi mengungkapkan itu guna menanggapi tuduhan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo.
"Pada tanggal satu itu terjadi hujan deras dan kondisi saluran penuh, belum sempat dikosongkan. (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta) tidak (gagap) tapi memang luar biasa kejadiannya," ujar Dudi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (4/1).
Baca juga:NasDem Minta Anies Rampungkan Normalisasi Sungai
Ia menambahkan banjir sempat terjadi sebelumnya pada pertengah Desember 2019 akibat hujan lokal di beberapa titik. Tim dari Dinas Sumber Daya Air langsung turun dan memperbaiki saluran air yang menyebabkan banjir saat itu.
"Beberapa waktu lalu ada genangan air di depan Ratu Plaza dan Atmajaya akibat kesalahan bangunan kami. Lalu kami melakukan perbaikan saluran. Kejadian 31 Desember 2019 (1 Januari 2020) semua di luar ini," ungkapnya.
Dudi juga menepis tudingan bahwa alarm atau early warning tidak berfungsi termasuk beberapa pompa air yang tidak bisa difungsikan karena terlanjur terendam banjir.
"Early warning kami jalan tapi memang tidak semua titik. Kita punya ratusan contohnya Katulampa, Pasar Ikan, Pluit, Cideng itu nyambung semua," imbuh Dudi.
Baca juga: Ketua DPRD: Jajaran Pemprov DKI Jakarta Gagap Hadapi Banjir
Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, menilai Pemerintah Provinsi DKI tidak siap menghadapi banjir sekarang ini. Ketidaksiapan itu terlihat antara lain pada kurang memadainya peralatan untuk menanggulangi banjir seperti pompa air.
“Dulu pada tiap tahun anggaran APBD kita beli alat. Salah satu contohnya alat- alat penyedot air untuk ke atas. Beli aki tahun 2019, bulan 11 pas dinyalakan, enggak nyala akinya (buat pompa). Artinya, persiapan semacam ini saja pihak eksekutif enggak siap. Harusnya dengan adanya curah hujan mulai turun, sudah cek barang semua untuk kita perang di lapangan,” kata Prasetyo, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (3/1). (Sru/A-5)
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved