Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meneruskan normalisasi sungai dan sodetan Ciliwung mencegah banjir Jakarta terulang kembali.
Menurutnya, upaya di hulu dengan membangun waduk dan bendungan perlu dibarengi juga dengan upaya pencegahan di hilir agar berkesinambungan.
"Hulu memang harus diperbaiki. Kita bangun waduk di sana. Tapi air kan nanti turun juga. Kalau di tengah terhambat, mana bisa lewat. Logikanya seperti itu," ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (3/1).
Baca juga : Tak Tetapkan Status Tanggap Darurat, Anies : Banjir Cepat Surut
Ia menekankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memiliki keberanian untuk melanjutkan program tersebut dengan melakukan pembebasan lahan terhadap warga yang tinggal di bantaran kali.
"Kalau tidak mau ada pergeseran ya banjir seperti ini. Kan dulu tidak ada itu rumah-rumah. Sekarang ada jadi sempit. Air susah mengalir, ya meluap," ucap Luhut. (Ol-7)
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Namun, curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air sungai melonjak drastis, sehingga aliran air dari perumahan tidak tertampung.
Kementerian PU menurunkan tujuh alat berat untuk normalisasi sungai guna mencegah banjir susulan.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memfokuskan upaya pengendalian banjir melalui pembangunan tanggul dan sabo dam.
Upaya normalisasi sungai dinilai belum berjalan maksimal sehingga ancaman luapan air masih terus menghantui permukiman warga di Tapanuli Tengah, terutama saat curah hujan tinggi.
PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSA) terus memacu proyek normalisasi sungai di berbagai titik strategis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved