Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TRI Sukarti, 80, tidak habis pikir masih ada oknum yang tega-teganya menambah nestapa yang ia rasakan.
Setelah pada Sabtu (11/5) lalu rumahnya ikut rusak karena kebakaran yang menimpa 450 rumah di RW 05 Kelurahan Ancol, dagangan Tri ikut ludes dijarah orang.
Ia mengungkapkan pagi itu sedang menyiapkan dagangan berupa nasi uduk untuk dibawa oleh pengecernya ke pabrik-pabrik di sekitar Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Ketika kebakaran hebat melanda rumah-rumah di kawasan tempat tinggalnya, Tri pun lekas menyelamatkan diri. Tetapi, putra keduanya yang juga tinggal tak jauh dari rumahnya telah menutup dan mengunci pintu serta jendela rumah Tri.
"Tapi ya ada saja ya orang begitu. Enam tabung gas hilang sama televisi. Saya heran sih orang lagi susah malah ditambah susah," ujarnya saat ditemui Media Indonesia, Minggu (12/5).
Sehari-hari Tri memang hidup dari berdagang kebutuhan sehari-hari serta berjualan nasi uduk. Meskipun mengalami musibah bertubi-tubi, ia tetap bersyukur karena rumahnya hanya mengalami rusak ringan.
Asbes serta rangka kayu atap rumahnya sengaja dirusak oleh petugas pemadam kebakaran agar api tidak terus menjalar ke rumah-rumah lain. Sebab, pemukiman di RW 05 memang sangat padat dengan tembok rumah serta atapnya saling menempel.
"Kalau enggak dirusak habis semua," ujarnya.
Baca juga: Rumah Habis Terbakar, Ujang Juga Kesulitan Cari Kontrakan
Keberuntungan Tri tidak diikuti kedua anaknya. Anak-anak Tri yang tinggal di RW yang sama harus kehilangan tempat tinggal karena ludes terbakar api. Tri dan anak-anak serta cucu-cucunya pun tinggal di pengungsian.
Meski masih memiliki anak yang tinggal di Tangerang, Tri memutuskan bertahan di pengungsian karena dekat dengan tempatnya sehari-hari berdagang.
"Pagi saya tetap masak. Malam kembali tidur di pengungsian," kata Tri.
Ia pun enggan direlokasi jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan langkah tersebut usai kebakaran yang menghanguskan 450 rumah dan 2 unit ruko itu.
"Nggak mau pindah. Saya mau di sini saja. Kan nyari duitnya di sini," tegasnya. (A-5)
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved