Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi A DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, menilai, program penanganan banjir pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak jelas.
Anies bahkan tidak dapat menyampaikan konsep yang jelas soal bedanya normalisasi dengan naturalisasi yang digadang-gadangnya. Sehingga, jajarannya pun masih dibuat bingung untuk menjalankan program normalisasi.
"Konsep penanganan banjir selama dua tahun tidak jelas. Kan kita sampai hari ini masih berkutat pada soal normalisasi atau naturalisasi, sehingga tindakannya nggak ada," tandas Gembong saat dihubungi, Kamis (2/5).
Selama dua tahun masa kerjanya, Anies pun masih dianggap gagal melanjutkan program sodetan Kali Ciliwung. Masalah pembebasan yang belum tuntas sejak era gubernur sebelumnya juga belum mampu diatasi Anies.
Adanya bencana banjir yang melanda Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pekan lalu diharapkan Gembong dapat memecut Anies agar mulai bertindak serius mengatasi banjir.
Baca juga: Soal Wagub, Anies Harap DPRD Cepat Bergerak
Gembong juga mengingatkan bahwa dalam proses dan program pemerintah khususnya yang berkaitan dengan bencana seharusnya dilaksanakan secara simultan dan berkesinambungan.
"Ganti gubernur ganti konsep, tidak lah kalau penanganan banjir itu tidak boleh begitu, harus berkesinambungan. Kalau katakanlah Pak Anies dalam hal penilaian kurang baik atau kurang sempurna soal pemerintahan sebelumnya ya ayo kita perbaiki bersama," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
Terakhir, Gembong menegaskan untuk kepentingan masyarakat Jakarta secara luas Anies harus mengenyampingkan janji kampanyenya apabila janji kampanye tersebut justru menghalangi program pemerintah yang bermanfaat.
Salah satunya adalah janji kampanye Anies untuk tidak melakukan penggusuran. Sebab, menggusur bukan berarti memindahkan orang dari tempat asalnya tetapi memindahkan orang ke tempat yang lebih laik untuk ditinggali.
"Terakhir jangan sampai karena janji politik mengorbankan kepentingan rakyat lebih banyak. Penggusuran atau relokasi itu boleh dilakukan pertama untuk menaikan harkat dan martabat kehidupan mereka supaya kehidupan mereka lebih manusiawi. Pemerintah harus hadir dan berikan apresiasi dan penghargaan orang yang berkorban pembangunan seperti itu," tegasnya. (OL-1)
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
SEJUMLAH anak sungai di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari) Jambi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Pemprov Jawa Barat menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved