Pindah Ibu Kota Hanya Kurangi 10% Pergerakan Orang di Jakarta

Ferdian Ananda Majni
02/5/2019 19:40
Pindah Ibu Kota Hanya Kurangi 10% Pergerakan Orang di Jakarta
KEPALA Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono(Haufan Hasyim Salengke)

KEPALA Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, mengatakan perpindahan ibu kota ke luar pulau Jawa dinilai tidak akan mengurangi kemacetan yang semakin parah di Jakarta.

"Saya coba menghitung. Seandainya pusat pemerintahan pindah dari Jakarta, kita hitung kira-kira dampak pengurangannya, jumlah pegawai negeri (ikut) pindah. Itu kira-kira hanya 10%," kata Bambang di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (2/5).

Baca juga: Beragam Komentar Para Pengguna Soal Tarif Baru Ojek Daring

Menurutnya, kehilangan pergerakan orang mencapai 10% dari total 50 juta pengerakan orang setiap harinya di Jakarta. Bahkan, data terbaru YLKI menyebut pengerakan orang mencapai 60 juta jiwa saat ini.

"Artinya, pengurangan tidak cukup signifikan. Permasalahan transportasi di Jabodetabek masih menjadi hal yang sama. Oleh karena itu, bukan berarti ibu kota dipindahin, transportasi selesai. Masalahnya, tidak demikian," sebutnya. (OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya