Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LUMPUR yang mengotori sepatu bot karet yang ia kenakan tak menyurutkan semangat Abdul, 45, untuk terus menyerok lumpur sisa banjir sejak dua hari lalu di kediamannya di RW 05 Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
''Saya menyerok lumpur sampai dua kali. Makanya lelah se-kali," kata Abdul dengan raut wajah lelah, kemarin.
Tak hanya Abdul yang terlihat sedang membersihkan sisa banjir, warga lainnya juga berjibaku membersihkan rumah mereka. ''Haduh, sampai ngos-ngosan gini," keluh seorang ibu yang juga tengah membersihkan ru-mahnya.
Di lokasi banjir yang juga sudah mulai surut di Kedoya Selatan, Jakarta Barat, terlihat beberapa warga sedang mengeringkan barang-barang mereka yang terendam.
Siska Ayu, 23, mengatakan kaget melihat air mulai masuk ke rumahnya, Sabtu (27/4) pukul 22.00 WIB.
''Sudah lama enggak banjir di sini. Semalam kaget lihat air banjir sudah sampai depan rumah sekitar pukul 22.00," ceritanya.
Dengan dibantu tetangga, ia harus buru-buru mengangkut barang-barang agar tak teren-dam banjir.
''Semalam saya dibantu tetangga angkut-angkut kasur sampai mesin cuci agar tidak terendam, capek rasanya," keluhnya.
Ia berharap Pemerintah Pro-vinsi DKI Jakarta segera memberikan solusi untuk mengatasi banjir.
Berbeda dengan lokasi banjir lainnya di Jakarta yang mulai surut, banjir setinggi 80 sentimeter masih merendam rumah warga RT 007/RW 001 Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat, kemarin.
Salah seorang warga, Irfan, 28, berharap agar banjir segera surut agar dapat kembali beraktivitas seperti biasa. ''Air turunnya lama di sini. Semoga cepat surut supaya bisa kembali beraktivitas normal,'' jelasnya.
Ia juga khawatir bila air tak kunjung surut akan menjadi sarang jentik nyamuk dan menimbulkan penyakit.
Seorang warga lainnya, Adi, 37, yang bekerja sebagai pedagang berharap banjir segera surut agar dirinya dapat kembali berjualan. ''Kalau terus seperti ini, saya enggak ada pemasukan. Semua bahan dagangan saya masih di rumah," jelas Adi yang terpaksa mengungsi.
Banjir merendam Jakarta sejak Jumat (26/4) lalu. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPNBD) tercatat 43 titik banjir. Kendati demikian, kemarin tinggal tersisa tiga titik di Jakarta Barat yang masih terendam banjir, yakni di RW 01 Kelurahan Kembangan Utara dan RW 02 dan 04 Kelurahan Rawa Buaya dengan ketinggian banjir berkisar antara 10-100 sentimeter.
Titik banjir yang sudah surut, yakni di RW 010 Kelurahan Kebon Baru, Jakarta Selatan, RW 01, 02, 03, 05, dan 08 Kelurahan Cawang di Jakarta Timur, serta di RW 05 Kelurahan Kedoya Selatan, RW 09 Kelurahan Kembangan Selatan, RW 04 Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat.
Banjir yang terjadi sejak Jumat (26/4) pagi disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah Bogor, Kamis, (25/4) dengan akumulasi curah hujan sebesar 134 mm/hari atau kategori sangat lebat. (Ant/J-2)
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved