Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN pada berat badan sangat lazim terjadi pada ibu hamil. Akan tetapi, angka timbangan harus tetap dikontrol, jangan sampai berlebih atau obesitas karena bisa membatasi gerak dan aktivitas sehari-hari.
Obesitas pada masa kehamilan dapat memicu berbagai penyakit lainnya. Oleh sebab itu, ibu hamil sebaiknya tetap menjaga berat badan agar tidak menjadi obesitas. Melansir dari situs Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa bahaya obesitas saat hamil;
Preeklamsia merupakan kondisi akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol pada ibu hamil. Preeklamsia dapat membawa potensi penyakit lain seperti kerusakan organ ginjal dan hati, kram kaki dan tangan, bahkan stroke.
Baca juga : Ini Bahaya Kelebihan Berat Badan saat Hamil, Salah Satunya Keguguran
Sleep apnea merupakan kondisi pernapasan saat tidur yang terganggu dan putus-putus. Gejala ini kerap diremehkan sebagai mendengkur biasa, padahal gangguan pernapasan ini mengganggu sirkulasi oksigen yang masuk ke tubuh sehingga terus-terusan akan merasa lelah karena waktu istirahat yang tidak maksimal.
Wanita hamil yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes gestasional. Diabetes gestasional terjadi saat tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk mengontrol kadar gula darah selama masa kehamilan.
Kondisi ini menjasi salah satu komplikasi kehamilan yang berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi. Hal tersebut sangat rawan membuat persalinan menjadi harus dilakukan secara caesar.
Keguguruan bisa terjadi apabila tingkat obesitas mulai membahayakan. Sebab, fungsi tubuh tidak bekerja maksimal untuk menyerap dan mendistribusikan nutrisi.(M-3)
Pasar kebugaran digital Tanah Air diproyeksikan melonjak dari US$ 3,8 miliar (2025) menjadi US$ 12,7 miliar (2031).
Studi ATTICA selama 20 tahun mengungkap bahwa individu dengan obesitas sehat secara metabolik (MHO) tetap memiliki risiko penyakit jantung 39% lebih tinggi.
Obesitas saat ini merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang terus meningkat, dengan dampak signifikan terhadap kualitas hidup
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Peningkatan prevalensi obesitas dan penyakit metabolik di Indonesia mendorong perlunya pendekatan penanganan yang lebih komprehensif.
Riset terhadap 16 ribu anak menunjukkan pubertas datang lebih dini. Faktor berat badan, stres, dan lingkungan ikut berperan besar.
Ilmuwan kembangkan terapi pembersihan protein darah untuk atasi preeklamsia. Terapi ini terbukti aman dan berpotensi cegah kelahiran prematur yang berbahaya.
Asap rokok yang mengandung zat-zat seperti karbon monoksida dapat mengganggu fungsi oksigen dalam darah, sehingga tekanan darah ibu atau plasenta dapat meningkat.
FAKTOR genetik sangat mempengaruhi masa kehamilan ibu. Ibu hamil bisa jadi tidak merasakan apa-apa, atau mengalami mual yang biasa disebut morning sickness, hingga mengalami preeklamsia.
Para ilmuwan kini menemukan cara mendeteksi risiko preeklamsia bahkan sebelum gejalanya muncul hanya melalui tes darah sederhana yang menganalisis RNA bebas sel dari plasma ibu.
Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi suplemen kalsium 1 gram per hari dan aspilets dosis rendah sesuai anjuran dokter, kemudian nutrisi seimbang, serta pemeriksaan kehamilan secara teratur
Hari Preeklamsia Sedunia mengingatkan pentingnya deteksi dini kondisi kehamilan berisiko tinggi ini. Ketahui gejala, penyebab, dan cara penanganannya agar ibu dan bayi selamat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved