Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH teknik penyaringan darah baru memberikan harapan bagi penanganan preeklamsia, gangguan tekanan darah tinggi pada kehamilan yang sering kali berakibat fatal. Selama ini, satu-satunya cara untuk menghentikan preeklamsia adalah dengan melahirkan bayi, meski usia kandungan belum cukup bulan.
Berdasarkan studi percontohan yang diterbitkan di jurnal Nature Medicine pada Senin (27/4), terapi baru ini dinyatakan aman bagi ibu hamil maupun janin. Meskipun masih dalam tahap awal, data menunjukkan bahwa pengobatan ini mampu menurunkan kadar protein plasenta tertentu yang menjadi pemicu penyakit tersebut.
"Kami akhirnya berada di ambang pengembangan pengobatan yang ditargetkan untuk kondisi ini," ujar rekan penulis studi, Dr. Ravi Thadhani, seorang nefrolog dan kepala medis di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles.
Preeklamsia merupakan kondisi yang sangat berisiko. Jika tidak segera ditangani, ibu hamil bisa mengalami kerusakan organ hati, ginjal, hingga jantung. Kondisi ini juga dapat berkembang menjadi eklamsia yang memicu kejang, koma, hingga kematian.
Idealnya, persalinan dilakukan saat bayi mencapai usia 37 minggu. Namun, karena preeklamsia, banyak bayi harus lahir prematur, terutama di bawah usia 32 minggu, yang berisiko menyebabkan masalah pernapasan dan gangguan perkembangan. Dr. Thadhani berharap terapi ini bisa mencegah pemburukan penyakit sehingga dokter tidak terpaksa melakukan persalinan prematur.
Terapi ini menggunakan teknik yang disebut apheresis. Darah pasien diambil, lalu disaring untuk membuang komponen tertentu sebelum dikembalikan lagi ke dalam tubuh. Dalam kasus ini, protein yang disaring adalah soluble fms-like tyrosine kinase-1 (sFlt-1).
Pada kehamilan normal, sFlt-1 berfungsi mengatur pembentukan pembuluh darah di sekitar plasenta. Namun pada pasien preeklamsia, kadar protein ini melonjak terlalu tinggi dan terlalu dini, sehingga merusak pembuluh darah.
Dalam uji coba terhadap 16 pasien dengan preeklamsia prematur (di bawah 34 minggu kehamilan), terapi ini berhasil menurunkan kadar sFlt-1 hingga hampir 17% pada setiap sesi. Hasilnya pun cukup signifikan bagi masa kehamilan:
Meski hasilnya menjanjikan, para ahli masih memperdebatkan peran sFlt-1. Dr. Lana McClements dari University of Technology Sydney mencatat bahwa tidak semua kasus preeklamsia dipicu oleh protein yang sama. Namun, ia setuju bahwa studi ini memberikan harapan bagi pasien preeklamsia onset dini yang memang memiliki kadar sFlt-1 tinggi.
Dr. Thadhani berencana melakukan uji klinis standar emas dengan skala lebih besar di masa depan. Fokus selanjutnya adalah memberikan terapi lebih awal dalam masa kehamilan.
"Langkah berikutnya adalah memulai (terapi) lebih awal agar kita bisa memberikan lebih banyak pengobatan dan menjaga penyakit tetap tenang," pungkasnya. (Live Science/Z-2)
Temukan 7 asupan nutrisi penting mulai dari salmon hingga bit yang diyakini dapat meningkatkan peluang hamil dan menjaga kesehatan sistem reproduksi.
Apakah hubungan intim saat hamil bisa menyebabkan pendarahan? Temukan penyebab medis, kapan harus waspada, dan tips aman berhubungan saat masa kehamilan.
Kenali penyebab pendarahan saat hamil di tiap trimester, mulai dari implantasi hingga plasenta previa, serta langkah pertolongan pertama yang tepat.
Kenali tanda bahaya kehamilan dari trimester 1 hingga pasca persalinan untuk mencegah kematian ibu. Simak panduan lengkap dan langkah preventif medis di sini.
Riset terbaru mengungkap janin mulai membentuk ritme sirkadian sejak di rahim. Kebiasaan ibu hamil sangat menentukan kesehatan mental anak di masa depan.
Angka kelahiran bayi secara prematur di Indonesia saat ini sampai 675 ribu per tahun.
Kehamilan pada usia remaja, terutama di bawah 20 tahun, dapat membawa berbagai risiko kesehatan serius bagi ibu dan janin.
Penelitian dari The Ohio State University mengembangkan tes darah yang mampu memprediksi risiko kelahiran prematur dengan akurasi hingga 97,5% sebelum usia kehamilan 20 minggu.
Bayi prematur memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang sehingga mereka rentan atas berbagai infeksi.
Salah satu faktor penyebab turunnya angka harapan hidup adalah kualitas udara yang buruk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved