Bukan Setelah Lahir, Jam Biologis Bayi Ternyata Mulai Terbentuk Sejak di Dalam Rahim

Thalatie K Yani
13/4/2026 11:30
Bukan Setelah Lahir, Jam Biologis Bayi Ternyata Mulai Terbentuk Sejak di Dalam Rahim
Ilustrasi(freepik)

TUBUH manusia tidak menunggu hingga lahir untuk mulai mempelajari rutinitas. Penelitian terbaru dari Washington University di St. Louis mengungkapkan janin sudah mulai membentuk pola harian atau ritme sirkadian sejak berada di dalam kandungan, sebuah proses yang sangat dipengaruhi kebiasaan harian sang ibu.

Ritme sirkadian adalah sistem waktu alami tubuh yang mengatur siklus tidur, energi, rasa lapar, hingga suasana hati selama 24 jam. Jika ritme ini stabil, tubuh akan berfungsi optimal. Sebaliknya, gangguan pada sistem ini sering kali dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan.

Proses yang Terbentuk Bertahap

Para peneliti menemukan bahwa jam internal bayi tidak "menyala" secara tiba-tiba, melainkan tumbuh selangkah demi selangkah selama masa kehamilan. Semakin mendekati waktu kelahiran, ritme ini akan semakin kuat dan mulai selaras dengan ritme ibu.

"Kita tahu bahwa gangguan ritme sirkadian selama kehamilan dapat memengaruhi perkembangan tidur dan ritme harian pada bayi, dan gangguan dini ini dikaitkan dengan risiko gangguan suasana hati yang lebih tinggi seperti kecemasan dan depresi di kemudian hari," ujar Nikhil Lokesh, penulis utama studi tersebut.

Plasenta dan Hormon sebagai Kurir Waktu

Riset yang dipublikasikan dalam jurnal bioRxiv ini menggunakan metode unik pada tikus percobaan dengan protein bercahaya yang terikat pada gen jam (PER2). Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas jam biologis paling tinggi terjadi pada awal malam, serupa dengan pola sang ibu.

Dalam proses ini, plasenta memegang peran kunci. Tidak hanya menyalurkan nutrisi dan oksigen, plasenta juga mengirimkan sinyal waktu dari ibu ke janin. Peneliti mengamati adanya pola aktivitas jam biologis yang bergerak seperti gelombang melintasi lapisan plasenta.

Selain itu, hormon glukokortikoid (hormon terkait stres) yang naik-turun dalam tubuh ibu bertindak sebagai "pesan waktu". Ketika peneliti memberikan dosis ekstra hormon ini, jam biologis janin menyesuaikan diri lebih cepat. Hal ini membuktikan bahwa waktu pelepasan hormon sama pentingnya dengan hormon itu sendiri.

Pentingnya Menjaga Ritme di Era Modern

Temuan ini menyoroti risiko gaya hidup modern, seperti paparan cahaya buatan di malam hari, kerja sif, dan pola tidur tidak teratur bagi ibu hamil. Gangguan pada ritme ibu dapat mengacaukan sinyal yang diterima janin, yang berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang pada anak.

"Memahami kapan dan bagaimana jam tubuh mulai berdetak membantu ilmuwan mengidentifikasi jendela perkembangan sensitif ketika gangguan sirkadian mungkin memiliki efek jangka panjang," pungkas Lokesh.

Penelitian ini mempertegas bahwa kesehatan pertumbuhan bayi sebelum lahir tidak hanya bergantung pada nutrisi fisik, tetapi juga pada keteraturan waktu dan jam biologis yang stabil sejak awal kehidupan di rahim. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya