Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERLAMBATAN motorik pada anak bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius seperti hidrosefalus, palsi serebral, dan skizensefali.
Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika anak mengalami gejala keterlambatan motorik.
Baca juga : Dear Orangtua, Kenali Gejala dan Dampak dari Gangguan Anak Alergi Susu Sapi
Dokter anak konsultan neurologi Amanda Soebadi menekankan pentingnya deteksi dini terhadap gejala ini.
Gejala red flag yang perlu diperhatikan mencakup:
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), keterlambatan motorik tidak dapat diprediksi secara pasti, namun diperkirakan 7 hingga 9% anak di Jakarta mengalami keterlambatan motorik pada tahun 2024.
Baca juga : Fakta ASI Eksklusif, Satu-Satunya Sumber Nutrisi Selama 6 Bulan Pertama Kehidupan
Meskipun jumlah ini relatif kecil dibandingkan dengan penyakit umum seperti campak, yang tercatat mencapai 3.341 kasus pada tahun 2022, keterlambatan motorik tetap perlu ditangani demi kesuksesan tumbuh kembang anak.
Faktor penyebab keterlambatan motorik bervariasi, termasuk faktor genetik, kecerdasan bawaan, kelainan bawaan, serta pengaruh lingkungan seperti nutrisi yang tidak memadai, pola asuh yang kurang baik, kurangnya stimulasi, serta paparan toksin.
Amanda menjelaskan bahwa keterlambatan motorik dapat dikenali melalui gejala yang signifikan, dan sering kali terkait dengan gangguan saraf atau otak, seperti hidrosefalus, palsi serebral, dan spina bifida.
Baca juga : WHO: Setiap 4 Menit Satu Orang Meninggal Digigit Ular
“Keterlambatan motorik adalah salah satu bentuk keterbelakangan tumbuh kembang yang dapat dideteksi sejak dini. Orang tua tidak perlu panik, karena banyak kasus ini dapat diobati melalui terapi, aktivitas fisik, dan nutrisi yang baik,” ungkapnya.
Untuk mengatasi keterlambatan motorik, orang tua dianjurkan tidak hanya melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis, tetapi juga melibatkan fisioterapi yang sesuai dengan rekomendasi dokter.
Selain itu, permainan sensorik seperti bermain air, pasir, dan jelly dapat menjadi alternatif yang baik. Penting bagi orang tua untuk memberikan nutrisi yang seimbang serta mendukung aktivitas fisik yang memfasilitasi gerak anak.
Dengan pengetahuan dan perhatian yang tepat, orang tua dapat membantu anak mereka mencapai potensi motorik yang optimal. (Z-10)
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Kekurangan zat besi berdampak pada kecerdasan anak.
Dokter spesialis anak dr. Lucky Yogasatria memperingatkan bahaya kekurangan zat besi yang memicu stunting, gangguan otak, hingga penurunan IQ pada anak.
Asupan gizi yang tidak seimbang atau penggunaan suplemen yang sembarangan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Kunci pembeda utama antara stunting dan stunted terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Aturan pemberian makan anak atau feeding rules tidak hanya bicara soal apa yang dimakan, tetapi mencakup tiga pilar utama: jadwal, prosedur, dan lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved