Praka Rico Pramudia Gugur, Prajurit TNI Kedua Korban Serangan Israel di Libanon

Media Indonesia
25/4/2026 14:08
Praka Rico Pramudia Gugur, Prajurit TNI Kedua Korban Serangan Israel di Libanon
Tentara UNIFIL.(Al Jazeera)

DUKA mendalam kembali menyelimuti Tentara Nasional Indonesia (TNI). Praka Rico Pramudia dikonfirmasi menjadi personel TNI kedua yang gugur akibat serangan artileri yang diindikasikan berasal dari pasukan Israel terhadap posisi Pasukan Sementara PBB di Libanon (UNIFIL).

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengonfirmasi bahwa Praka Rico wafat pada Jumat (24/4/2026) setelah menjalani perawatan intensif selama hampir satu bulan. Ia menderita luka berat akibat insiden serangan di Adchit Al-Qusayr yang terjadi pada 29 Maret lalu. Insiden yang sama sebelumnya merenggut nyawa rekan sejawatnya, Praka Farizal Rhomadhon.

Indikasi Serangan Tank Merkava Israel

Berdasarkan temuan awal penyelidikan UNIFIL, proyektil yang menghantam posisi pasukan penjaga perdamaian tersebut diduga kuat ditembakkan dari tank Merkava milik Israel.

"Temuan awal UNIFIL mengindikasikan proyektil yang ditembakkan dari tank Merkava Israel mengenai posisi UNIFIL, mengakibatkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dan Praka Rico Pramudia," ujar Dujarric dalam pernyataan pers resmi PBB yang dipantau di Jakarta, Sabtu (25/4).

Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban, pemerintah, serta rakyat Indonesia atas pengabdian dan pengorbanan Praka Rico dalam misi perdamaian dunia.

Eskalasi Konflik dan Pelanggaran Hukum Internasional

Gugurnya Praka Rico menambah daftar panjang korban jiwa di kalangan personel UNIFIL. Sejak awal Maret, tercatat sudah enam personel penjaga perdamaian tewas di tengah eskalasi pertempuran antara militer Israel dan kelompok Hizbullah di Libanon selatan.

Peringatan PBB: Serangan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006. PBB menegaskan bahwa tindakan ini dapat dikategorikan sebagai tindak kejahatan perang.

Daftar Prajurit TNI yang Gugur di Libanon

Dalam satu bulan terakhir, Indonesia kehilangan empat prajurit terbaiknya yang bertugas di bawah bendera UNIFIL di Libanon selatan:

  1. Praka Farizal Rhomadhon: Gugur langsung dalam serangan artileri 29 Maret.
  2. Praka Rico Pramudia: Wafat pada 24 April setelah perawatan akibat luka dari serangan 29 Maret.
  3. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar: Gugur saat pengawalan konvoi pada 30 Maret.
  4. Sertu Muhammad Nur Ikhwan: Gugur dalam insiden penyerangan konvoi yang sama pada 30 Maret.

Selain Indonesia, Prancis melaporkan kehilangan dua tentaranya dalam misi UNIFIL setelah patroli mereka diserang pada 18 April lalu. PBB mendesak penyelidikan tuntas atas seluruh serangan ini agar pihak yang bertanggung jawab dapat ditindak secara hukum. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya