Israel Diberi Sinyal, Gencatan Senjata Iran hanya Bertahan Beberapa Hari

Ferdian Ananda Majni
23/4/2026 14:33
Israel Diberi Sinyal, Gencatan Senjata Iran hanya Bertahan Beberapa Hari
Logo Pentagon, gedung Departemen Pertahanan AS.(Anadolu/Celal Güneş)

AMERIKA Serikat (AS) dilaporkan telah memberi tahu Israel bahwa gencatan senjata dengan Iran yang baru saja diperpanjang kemungkinan akan berakhir pada hari Minggu (26/4).

Informasi ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dan ketidakpastian terkait arah konflik ke depan.

Menurut laporan media lokal Israel, KAN, pejabat AS telah menginformasikan kepada Tel Aviv bahwa tenggat waktu yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump bagi Teheran akan segera berakhir dalam beberapa hari.

Mengutip sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya, laporan tersebut menyebut Trump lebih menginginkan tercapainya kesepahaman dengan Iran ketimbang terjebak dalam proses negosiasi yang berlarut-larut. 

Namun demikian, sumber-sumber Israel menilai peluang tercapainya terobosan pada hari Minggu relatif kecil.

Sumber yang sama juga menyoroti adanya kebingungan dalam kebijakan Washington, dengan menyebut bahwa sejumlah langkah terbaru justru diketahui melalui laporan media dan unggahan di media sosial, bukan melalui jalur komunikasi resmi.

Sebelumnya, seorang pejabat Gedung Putih menyatakan kepada Fox News bahwa masa gencatan senjata diperkirakan hanya berlangsung antara tiga hingga lima hari. 

Sementara itu, pihak Israel menilai situasi masih belum jelas dan sangat bergantung pada keputusan akhir dari Trump.

Pada Selasa (21/4), Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran setelah adanya permintaan dari Pakistan. 

Ia menyatakan bahwa gencatan senjata akan tetap berlaku hingga Iran mengajukan proposal terpadu.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari. 

Sebagai balasan, Teheran melakukan serangan terhadap Israel serta negara-negara lain di kawasan yang menampung aset militer AS.

Pakistan sebelumnya menjadi tuan rumah pembicaraan antara Washington dan Teheran pada 11-12 April, setelah berperan dalam memediasi gencatan senjata pada 8 April. 

Meski upaya untuk melanjutkan putaran negosiasi masih berlangsung, masa depan kesepakatan tersebut tetap diliputi ketidakpastian. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya