Penembakan di Teotihuacán Murni Aksi Tunggal, Tak Terkait Kartel

Thalatie K Yani
23/4/2026 05:07
Penembakan di Teotihuacán Murni Aksi Tunggal, Tak Terkait Kartel
Otoritas Meksiko tegaskan penembakan maut di situs Teotihuacán adalah aksi tunggal bermotif 'copycat', bukan serangan kartel. (AFP)

OTORITAS Meksiko terus mendalami insiden penembakan berdarah yang terjadi di kompleks piramida kuno Teotihuacán, Senin (20/4). Meski Meksiko identik dengan perang antar-geng, pemerintah menegaskan serangan yang menewaskan seorang turis Kanada ini tidak memiliki kaitan dengan jaringan kartel narkoba yang selama ini menghantui negara tersebut.

Pelaku yang diidentifikasi sebagai Julio César Jasso Ramírez, 27, warga Mexico City, beraksi seorang diri di puncak Piramida Bulan sebelum akhirnya tewas akibat luka tembak yang ia lakukan sendiri. Serangan mendadak ini melukai sejumlah turis asal Rusia, Kolombia, dan Brasil.

Bukan Bagian dari Kekerasan Kartel

Insiden ini terjadi hanya dua bulan setelah gelombang kekerasan oleh Kartel Generasi Baru Jalisco menyusul tewasnya pemimpin mereka, "El Mencho". Namun, Jaksa Agung Negara Bagian Meksiko, José Luis Cervantes Martínez, memastikan kasus di Teotihuacán berada dalam kategori yang sangat berbeda.

"Penyerang merencanakan dan melaksanakan serangan itu sendirian dan sama sekali tidak ada indikasi pada titik ini bahwa ia mendapat bantuan eksternal atau bahwa ada individu lain yang terlibat dalam insiden ini," tegas Cervantes.

Pernyataan ini krusial untuk meredam kekhawatiran global, mengingat Meksiko tengah bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang.

Motif 'Copycat' dan Kesehatan Mental

Alih-alih hubungan dengan organisasi kriminal, penyelidik justru menemukan bukti yang mengarah pada obsesi pelaku terhadap aksi penembakan massal di luar negeri. Di antara barang bawaannya, ditemukan literatur dan catatan terkait tragedi penembakan sekolah Columbine di Amerika Serikat yang terjadi pada April 1999, tepat 27 tahun silam dari hari kejadian.

Cervantes menjelaskan bukti-bukti tersebut menunjukkan adanya profil psikopatik dari penyerang.

"Profil psikopatik penyerang dicirikan oleh kecenderungan untuk meniru situasi yang terjadi di tempat lain, di lain waktu, dan melibatkan individu lain, kecenderungan ini dapat disebut sebagai perilaku meniru (copycat)," tambahnya.

Tantangan Keamanan Baru

Valeria Villa, seorang terapis keluarga di Meksiko, memandang fenomena ini sebagai masa transisi yang mengkhawatirkan. Ia menilai masyarakat mulai bergeser ke arah peniruan fenomena penembakan massal seperti yang sering terjadi di Amerika Serikat.

Meskipun Presiden Claudia Sheinbaum mengklaim angka pembunuhan harian telah turun 44% dibandingkan akhir masa jabatan pendahulunya, insiden lone wolf seperti ini menghadirkan tantangan keamanan baru yang berbeda dari pola kekerasan kartel tradisional.

Kini, Pemerintah Meksiko berupaya keras meyakinkan para pendukung sepak bola dunia bahwa negara mereka aman dikunjungi, sembari memastikan bahwa tragedi di salah satu situs paling sakral tersebut adalah aksi terisolasi dari satu individu yang bermasalah secara mental. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya