Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Meksiko terus mendalami insiden penembakan berdarah yang terjadi di kompleks piramida kuno Teotihuacán, Senin (20/4). Meski Meksiko identik dengan perang antar-geng, pemerintah menegaskan serangan yang menewaskan seorang turis Kanada ini tidak memiliki kaitan dengan jaringan kartel narkoba yang selama ini menghantui negara tersebut.
Pelaku yang diidentifikasi sebagai Julio César Jasso Ramírez, 27, warga Mexico City, beraksi seorang diri di puncak Piramida Bulan sebelum akhirnya tewas akibat luka tembak yang ia lakukan sendiri. Serangan mendadak ini melukai sejumlah turis asal Rusia, Kolombia, dan Brasil.
Insiden ini terjadi hanya dua bulan setelah gelombang kekerasan oleh Kartel Generasi Baru Jalisco menyusul tewasnya pemimpin mereka, "El Mencho". Namun, Jaksa Agung Negara Bagian Meksiko, José Luis Cervantes Martínez, memastikan kasus di Teotihuacán berada dalam kategori yang sangat berbeda.
"Penyerang merencanakan dan melaksanakan serangan itu sendirian dan sama sekali tidak ada indikasi pada titik ini bahwa ia mendapat bantuan eksternal atau bahwa ada individu lain yang terlibat dalam insiden ini," tegas Cervantes.
Pernyataan ini krusial untuk meredam kekhawatiran global, mengingat Meksiko tengah bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang.
Alih-alih hubungan dengan organisasi kriminal, penyelidik justru menemukan bukti yang mengarah pada obsesi pelaku terhadap aksi penembakan massal di luar negeri. Di antara barang bawaannya, ditemukan literatur dan catatan terkait tragedi penembakan sekolah Columbine di Amerika Serikat yang terjadi pada April 1999, tepat 27 tahun silam dari hari kejadian.
Cervantes menjelaskan bukti-bukti tersebut menunjukkan adanya profil psikopatik dari penyerang.
"Profil psikopatik penyerang dicirikan oleh kecenderungan untuk meniru situasi yang terjadi di tempat lain, di lain waktu, dan melibatkan individu lain, kecenderungan ini dapat disebut sebagai perilaku meniru (copycat)," tambahnya.
Valeria Villa, seorang terapis keluarga di Meksiko, memandang fenomena ini sebagai masa transisi yang mengkhawatirkan. Ia menilai masyarakat mulai bergeser ke arah peniruan fenomena penembakan massal seperti yang sering terjadi di Amerika Serikat.
Meskipun Presiden Claudia Sheinbaum mengklaim angka pembunuhan harian telah turun 44% dibandingkan akhir masa jabatan pendahulunya, insiden lone wolf seperti ini menghadirkan tantangan keamanan baru yang berbeda dari pola kekerasan kartel tradisional.
Kini, Pemerintah Meksiko berupaya keras meyakinkan para pendukung sepak bola dunia bahwa negara mereka aman dikunjungi, sembari memastikan bahwa tragedi di salah satu situs paling sakral tersebut adalah aksi terisolasi dari satu individu yang bermasalah secara mental. (BBC/Z-2)
Ilmuwan akhirnya memecahkan misteri identitas larva dalam botol Mezcal melalui tes DNA. Bukan cacing, inilah spesies aslinya dan ancaman di baliknya.
Investigasi penembakan Teotihuacán mengungkap pelaku Julio César Jasso Ramírez terobsesi dengan penembakan Columbine dan ritual pengorbanan manusia.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memerintahkan investigasi atas tewasnya dua agen diduga CIA dalam operasi narkoba. Benarkah ada pelanggaran kedaulatan?
Piala Dunia 1970 di Meksiko menjadi tonggak sejarah sepak bola. Simak daftar peserta, hasil final di Stadion Azteca, hingga inovasi kartu merah dan kuning.
Tragedi berdarah terjadi di situs warisan dunia UNESCO, Teotihuacán, Meksiko. Seorang pria melepaskan tembakan yang menewaskan turis Kanada sebelum mengakhiri hidupnya.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menghadapi posisi sulit antara tekanan kebijakan Donald Trump dan kedaulatan domestik yang mulai tergerus.
Pasukan militer AS kembali melakukan serangan mematikan terhadap kapal yang diduga milik kartel narkoba di Pasifik Timur.
BNN RI mewaspadai dampak konflik kartel narkoba di Meksiko yang mulai memengaruhi peta rantai pasok narkotika ke Indonesia.
OPERASI militer yang menewaskan gembong narkoba paling diburu di Meksiko, Nemesio Oseguera alias El Mencho, terungkap bermula dari pelacakan terhadap salah satu kekasihnya.
Pelarian Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho berakhir. Militer Meksiko melacak posisinya melalui sang kekasih hingga ke rumah persembunyian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved