Trump Siap Bertemu Langsung Pemimpin Iran Jika Negosiasi Berjalan Lancar

Ferdian Ananda Majni
21/4/2026 16:17
Trump Siap Bertemu Langsung Pemimpin Iran Jika Negosiasi Berjalan Lancar
Presiden AS Donald Trump.(X)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu langsung dengan para pemimpin Iran jika proses negosiasi damai berjalan lancar. Trump memastikan terbuka untuk terlibat langsung dalam pembicaraan tingkat tinggi.

"Saya tidak masalah bertemu dengan mereka, jika mereka ingin bertemu. Kami memiliki beberapa orang yang sangat cakap, tapi saya tidak masalah bertemu dengan mereka," katanya dalam wawancara dengan New York Post pada Senin (20/4).

Pernyataan tersebut mencerminkan urgensi perundingan antara AS dan Iran, mengingat masa gencatan senjata yang telah disepakati kedua negara akan berakhir pada Rabu (22/4) waktu Washington.

Trump juga menekankan pentingnya dialog untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. "Kita seharusnya mengadakan pembicaraan. Saat ini tidak ada yang sedang main-main," ucapnya.

Trump mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, akan kembali memimpin delegasi Amerika dalam putaran kedua negosiasi di Islamabad. Ia akan didampingi oleh utusan khusus Steve Witkoff serta Jared Kushner.

"Mereka sedang menuju ke sana sekarang," ujar Trump.

Terkait kelanjutan gencatan senjata, Trump mengisyaratkan kemungkinan besar tidak akan ada perpanjangan jika tidak tercapai kesepakatan. Ia bahkan memperingatkan potensi berlanjutnya konflik apabila negosiasi gagal.

Trump kembali menegaskan tuntutan utama Washington agar Iran menghentikan program pengembangan senjata nuklir. "Singkirkan senjata nuklir mereka. Itu sangat sederhana," lanjutnya.

Ia juga menyebut Iran memiliki peluang untuk berkembang jika bersedia memenuhi tuntutan tersebut, namun menolak merinci konsekuensi yang akan dihadapi jika Teheran menolak. "Saya tidak ingin membahas itu dengan Anda. Anda bisa bayangkan. Itu tidak akan menyenangkan," paparnya.

Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik, jika kesepakatan damai tidak tercapai. Ia kembali memperingatkan bahwa kegagalan negosiasi dapat memicu eskalasi militer lebih lanjut.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya menyatakan belum memiliki rencana untuk menghadiri perundingan di Islamabad. Namun, laporan dari New York Times yang mengutip dua pejabat senior Iran menyebutkan bahwa delegasi Teheran kemungkinan akan tetap berangkat ke Pakistan pada Selasa (21/4) untuk melanjutkan dialog dengan Washington. (Fer/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya