Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Tegaskan tidak Ada Krisis Diplomatik dengan Spanyol

Thalatie K Yani
19/4/2026 10:03
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Tegaskan tidak Ada Krisis Diplomatik dengan Spanyol
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum bertemu PM Spanyol Pedro Sánchez di Barcelona. Hubungan kedua negara mulai mencair setelah ketegangan terkait masa lalu kolonial.(Media Sosial X)

PRESIDEN Meksiko, Claudia Sheinbaum, menegaskan hubungan negaranya dengan Spanyol tetap stabil meskipun sempat diwarnai ketegangan diplomatik selama beberapa tahun terakhir. Pernyataan ini disampaikan Sheinbaum saat menghadiri KTT pemimpin sayap kiri di Barcelona, Sabtu (18/4) waktu setempat.

"Tidak ada krisis diplomatik. Tidak pernah ada. Hal yang sangat penting adalah kita mengakui kekuatan masyarakat adat negara kita," ujar Sheinbaum setibanya di lokasi pertemuan.

Kunjungan Sheinbaum ini menandai pertama kalinya seorang Presiden Meksiko menginjakkan kaki di Spanyol dalam delapan tahun terakhir. Kehadirannya disambut positif oleh pemerintah Spanyol, di mana Menteri Ekonomi Spanyol menyebutnya sebagai "tanda pemulihan hubungan yang sangat penting dan positif antara kedua negara."

Akar Ketegangan Sejarah

Hubungan kedua negara sempat membeku pada 2019 di bawah kepemimpinan Andrés Manuel López Obrador. Saat itu, Meksiko menuntut permintaan maaf resmi dari Spanyol atas pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi selama penaklukan Kekaisaran Aztek oleh conquistador Spanyol di abad ke-16.

Ketegangan mencapai puncaknya pada 2024 ketika Sheinbaum tidak mengundang Raja Felipe VI ke pelantikannya, yang dibalas Spanyol dengan menolak mengirimkan perwakilan diplomatik apa pun.

Namun, sinyal perdamaian mulai terlihat sejak Maret lalu. Raja Felipe VI secara terbuka mengakui adanya penyalahgunaan kekuasaan di masa lalu.

"Ada hal-hal yang jika kita pelajari dengan kriteria dan nilai-nilai kita saat ini, jelas tidak bisa membuat kita merasa bangga," kata Raja Felipe saat mengunjungi pameran perempuan adat Meksiko di Madrid.

Sebagai bentuk pendekatan, Sheinbaum juga telah mengundang Raja Felipe untuk menghadiri Piala Dunia FIFA mendatang, yang akan diselenggarakan bersama oleh Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.

Melawan Ekstremisme di KTT Barcelona

KTT di Barcelona ini merupakan pertemuan keempat dari inisiatif In Defence of Democracy. Fokus utamanya adalah melawan bangkitnya paham illiberalisme dan ekstremisme di Eropa dan dunia.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi yang kini mulai terancam.

"Demokrasi tidak bisa dianggap remeh. Kita sedang menyaksikan serangan terhadap sistem multilateral, upaya demi upaya untuk menantang aturan hukum internasional, dan normalisasi penggunaan kekerasan yang berbahaya," tegas Sánchez.

Senada dengan Sánchez, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengkritik kinerja Dewan Keamanan PBB yang dianggapnya tidak lagi efektif. Ia menyebut lima anggota tetap pemegang hak veto telah menjadi "tuan perang".

"Tidak ada presiden dari negara mana pun di dunia, betapa pun kuatnya, yang berhak terus memaksakan aturan pada negara lain," ujar Lula.

Di akhir pertemuan, para pemimpin Meksiko, Spanyol, dan Brasil mengeluarkan pernyataan bersama untuk meningkatkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Kuba, yang saat ini tengah menghadapi krisis energi dan pangan yang parah.

Di sisi lain, saat KTT ini berlangsung, para pemimpin sayap kanan Eropa, termasuk Matteo Salvini dari Italia dan Jordan Bardella dari Prancis, berkumpul di Milan untuk menyuarakan protes terhadap kebijakan imigrasi dan birokrasi Uni Eropa. (BBc/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya