Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Jerman menyetujui ekspor militer senilai 6,6 juta euro atau sekitar 7,7 juta dolar AS (sekitar Rp131,9 miliar) kepada Israel pada pekan-pekan awal konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, lapor media Jerman, Kamis (16/4) mengutip jawaban Kementerian Ekonomi Jerman atas pertanyaan parlemen.
Ekspor tersebut disetujui dalam periode 28 Februari hingga 27 Maret 2026, menurut kantor berita DPA yang mengutip tanggapan tertulis kepada anggota parlemen dari partai Die Linke, Ulrich Thoden.
Dalam kurun sekitar empat bulan setelah pembatasan ekspor senjata terkait Gaza dicabut pada November 2025, Jerman dilaporkan telah menyetujui ekspor militer ke Israel dengan total mencapai 166,95 juta euro (sekitar Rp3,3 triliun).
Ekspor tersebut tidak mencakup senjata mematikan seperti tank atau artileri, melainkan berupa “peralatan militer lainnya.”
Jerman pada umumnya menghindari pengiriman senjata ke zona konflik, kecuali untuk Ukraina dan Israel, yang dikaitkan dengan tanggung jawab historis negara tersebut, menurut laporan DPA.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Pada Sabtu (11/4), Iran dan AS menggelar pembicaraan di Islamabad setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Pada Ahad (12/4), Wakil Presiden AS J.D. Vance menyatakan bahwa negosiasi antara kedua negara gagal menghasilkan kesepakatan. (Ant/P-3)
Belanja militer global pada 2025 mencatatkan rekor baru sebesar US$2,89 triliun atau setara Rp49,79 kuadriliun. Lonjakan sebesar 2,9% ini didorong oleh ketidakpastian keamanan global
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved