Tiongkok Tawarkan 10 Insentif selepas Oposisi Taiwan Datang

Media Indonesia
12/4/2026 20:55
Tiongkok Tawarkan 10 Insentif selepas Oposisi Taiwan Datang
Presiden Tiongkok Xi Jinping(Pedro PARDO / AFP)

TIONGKOK mengumumkan 10 langkah insentif baru untuk Taiwan, termasuk melonggarkan pembatasan wisata, mengizinkan masuknya serial televisi yang “sehat”, dan memfasilitasi penjualan makanan, menyusul kunjungan pemimpin oposisi Taiwan.

Tiongkok telah mengumumkan akan memulihkan sebagian hubungan dengan Taiwan menyusul kunjungan pemimpin Partai Kuomintang (oposisisi) Chen Liwen ke Beijing dan pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Aula Rakyat. 

Tiongkok menyatakan akan melanjutkan kembali sebagian hubungan yang sebelumnya ditangguhkan dengan Taiwan, seperti penerbangan langsung dan impor produk budidaya perairan Taiwan. Pengumuman tersebut muncul setelah kunjungan pemimpin oposisi pulau otonom yang bersahabat dengan Beijing, demikian dilaporkan kantor berita Associated Press, dikutip Minggu (12/4)

Biro Tenaga Kerja Taiwan dari Partai Komunis Tiongkok mengeluarkan pernyataan yang mengatakan akan mempelajari kemungkinan pembentukan mekanisme komunikasi jangka panjang antara Partai Komunis dan Partai Kuomintang Taiwan. Pernyataan tersebut menyebutkan akan memfasilitasi impor produk akuakultur Taiwan, yang sebelumnya dilarang.

Cheng Li-wun, Ketua Partai Kuomintang, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan pertemuan tingkat tinggi pada hari Jumat, di mana mereka menyerukan perdamaian. Tiongkok menganggap pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk mencaploknya. 

Dewan Urusan Taiwan Daratan, yang mengawasi hubungan dengan Tiongkok, menyatakan bahwa langkah-langkah yang diumumkan, seperti memfasilitasi mekanisme komunikasi, merupakan “kesepakatan politik” antara kedua belah pihak yang bertujuan untuk mengabaikan pemerintah Taiwan.

"Posisi pemerintah jelas: untuk melindungi kepentingan bangsa dan rakyatnya, semua urusan lintas Selat yang melibatkan kekuasaan negara harus dibahas oleh kedua pemerintah secara setara dan bermartabat agar efektif dan benar-benar melindungi hak serta kesejahteraan bangsa. Beijing telah menghentikan sebagian besar dialog resmi dengan pemerintah Taiwan dan mulai mengirim kapal perang serta jet tempur semakin dekat ke pulau tersebut setiap hari.

Dalam sebuah pernyataan, Tiongkok mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk melanjutkan penerbangan langsung antara Taiwan dan kota-kota di Tiongkok daratan seperti Xi'an atau Urumqi, meskipun masih belum jelas bagaimana langkah-langkah ini akan dilaksanakan tanpa persetujuan pemerintah Taiwan. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya