Alarm Perang Kembali Bunyi! Roket dan Drone Serang Israel Utara

Ferdian Ananda Majni
11/4/2026 13:50
Alarm Perang Kembali Bunyi! Roket dan Drone Serang Israel Utara
Permukiman ilegal Israel di Tepi Barat.(Anadolu)

SIRENE peringatan kembali meraung di wilayah utara Israel pada Sabtu pagi, menyusul serangan roket dan pesawat tanpa awak (UAV) yang diluncurkan dari Libanon. Insiden ini terjadi di tengah berlanjutnya operasi militer Israel di wilayah tersebut.

Laporan media Israel menyebutkan bahwa sirene terdengar berulang kali di sejumlah kawasan, termasuk kota Kiryat Shmona serta permukiman di Nahariya dan Acre. Serangan tersebut dikaitkan dengan kelompok Hizbullah yang berbasis di Libanon.

Sehari sebelumnya, layanan darurat Israel, Magen David Adom, mengungkapkan bahwa roket Hizbullah sempat menghantam beberapa titik di Kiryat Shmona tanpa didahului aktivasi sirene peringatan. 

Serangan itu menyebabkan kebakaran setelah sebuah bangunan terkena roket, namun api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam dan penyelamat. Sejumlah bangunan lain juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Magen David Adom menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden tersebut.

5 Roket Diluncurkan 

Pada Jumat (10/4) malam, dilaporkan lima roket ditembakkan ke arah wilayah Karmiel di Israel utara. Seluruh roket tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel.

Serangan lain juga diarahkan ke kota Nahariya dan Acre. Sebagian besar roket berhasil dihancurkan di udara, sementara sisanya jatuh di area terbuka tanpa menimbulkan dampak signifikan.

Sirene peringatan terus diaktifkan di sejumlah wilayah sekitar Acre, dan warga diminta tetap berada di tempat perlindungan sebagai langkah antisipasi.

Selain itu, 4 UAV dilaporkan diluncurkan dari Lebanon menuju wilayah Galilea Atas. Beberapa di antaranya jatuh di area terbuka tanpa menimbulkan korban.

Di tengah eskalasi ini, pemerintah Israel menegaskan dukungannya terhadap gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat. 

Namun, mereka menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak mencakup Libanon, sehingga operasi militer terhadap wilayah tersebut tetap berlanjut. (Anadolu/Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya