Kebengisan Israel Seperti tak Ada Akhirnya, UNHCR Bongkar Fakta Ini

Cahya Mulyana
10/4/2026 21:17
Kebengisan Israel Seperti tak Ada Akhirnya, UNHCR Bongkar Fakta Ini
Tentara Israel(Anadolu)

BADAN Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) memperingatkan bahwa Libanon menghadapi krisis kemanusiaan yang memburuk setelah serangan Israel paling intens dalam konflik saat ini.

Juru bicara UNHCR Eujin Byun mengatakan kepada wartawan di Jenewa, Jumat (10/4), bahwa serangan Israel terbesar dan paling menghancurkan dalam konflik saat ini terjadi pada Rabu (8/4), dengan sekitar 100 lokasi dihantam dalam waktu 10 menit tanpa peringatan, termasuk kawasan padat penduduk di Beirut yang sudah menampung ribuan warga mengungsi.

Byun mengatakan wilayah yang sebelumnya dianggap aman pun ikut terkena serangan, sehingga memicu kepanikan dan memaksa orang-orang mengungsi untuk kedua atau ketiga kalinya.

Kerusakan pada infrastruktur penting, termasuk Jembatan Qasmiyeh, juga semakin membatasi pergerakan antara wilayah selatan dan utara.

"Tidak mungkin untuk kembali karena seluruh komunitas telah hancur sebagian atau sepenuhnya," kata Byun.

Dia juga mencatat sekitar 150.000 orang masih berada di Libanon selatan dengan akses kemanusiaan yang terbatas. Byun menambahkan bahwa bantuan kemanusiaan kepada mereka menjadi "sangat penting" dan mereka membutuhkan jalur aman untuk melarikan diri jika kembali terpaksa mengungsi.

"Kebutuhan kemanusiaan meningkat tajam. Akses ke warga terdampak semakin terbatas," ucapnya.

Byun menegaskan bahwa semua warga sipil di Libanon harus dilindungi dari serangan semacam itu, seraya menyoroti bahwa sekitar 1 juta orang telah mengungsi dengan 35 persen di antaranya adalah anak-anak.

UNHCR sejauh ini memberikan bantuan kepada lebih dari 151.000 pengungsi di tempat penampungan dan 31.000 orang di wilayah sulit dijangkau. UNHCR juga telah membantu lebih dari 250.000 orang yang telah menyeberang ke Suriah. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya