2 Orang Tewas saat Rudal Iran Hantam Haifa

Thalatie K Yani
06/4/2026 12:36
2 Orang Tewas saat Rudal Iran Hantam Haifa
Serangan rudal Iran menghantam gedung residensial di Haifa, menewaskan dua orang. Sementara itu, Iran perluas serangan ke Kuwait dan UEA di tengah ancaman AS.(AFP)

SITUASI di Timur Tengah semakin mencekam setelah serangkaian serangan rudal balistik Iran menghantam pusat kota Haifa, Israel Utara. Tim penyelamat dilaporkan telah mengevakuasi dua jenazah dari reruntuhan sebuah gedung residensial berlantai enam yang hancur akibat hantaman rudal pada Minggu waktu setempat.

Dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan Israel mengonfirmasi kedua korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah terjebak di bawah puing-puing. Saat ini, upaya penyelamatan masih terus dilakukan untuk menjangkau dua orang lainnya yang dilaporkan masih terjebak atau hilang. Dampak ledakan tersebut juga memicu kebakaran hebat dan membuat struktur bangunan terancam runtuh total.

Serangan Meluas ke Kawasan Teluk

Ketegangan tidak hanya terbatas di wilayah Israel. Sepanjang akhir pekan ini, Iran dilaporkan memperluas jangkauan serangannya ke infrastruktur energi di sekitar Teluk. Fasilitas petrokimia di Kuwait, Bahrain, hingga Uni Emirat Arab (UEA) menjadi target serangan drone dan rudal.

Otoritas Abu Dhabi melaporkan adanya puing-puing yang jatuh setelah sistem pertahanan udara mereka melakukan "intersepsi yang sukses". Insiden ini menyebabkan seorang warga negara Ghana terluka di kawasan industri Musaffah. Kementerian Pertahanan UEA mencatat telah mencegat 50 drone, satu rudal jelajah, dan sembilan rudal balistik asal Iran pada hari Minggu saja.

Di Kuwait, pihak militer terus berupaya menghalau serangan yang masuk. Melalui media sosial X, Staf Umum Angkatan Darat Kuwait mengimbau warga agar tetap tenang.

"Staf Umum Angkatan Darat mencatat bahwa jika terdengar suara ledakan, itu adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh. Semua orang diminta untuk mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang yang kompeten."

Serangan Balasan di Teheran dan Ancaman Eskalasi

Sementara itu, serangan udara juga mengguncang ibu kota Iran, Teheran. Universitas Teknologi Sharif dilaporkan terkena serangan yang merusak pusat teknologi dan masjid sekolah, serta menyebabkan gangguan pasokan gas di sebagian wilayah kota. Di lokasi lain di Teheran, serangan udara terhadap sebuah gedung residensial dilaporkan telah menewaskan 13 orang.

Menanggapi situasi ini, komando militer tertinggi Iran mengeluarkan peringatan keras melalui media pemerintah (IRIB).

"Jika serangan terhadap sasaran sipil terulang kembali, tahap selanjutnya dari operasi ofensif dan pembalasan kami akan jauh lebih dahsyat dan meluas," ujar juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

Eskalasi ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika Teheran gagal memenuhi tenggat waktu hari Selasa untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran internasional tersebut menjadi titik krusial bagi pasokan energi global yang kini berada di ambang ketidakpastian. (The Guardian/BBC/CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya