Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KORPS Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan gelombang serangan ke-53 dalam rangkaian Operation True Promise 4, Minggu (15/3). Serangan kali ini secara spesifik menargetkan pusat komando dan kendali regional serta pusat manajemen domestik milik Israel.
Pihak IRGC menyatakan bahwa operasi terbaru ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap 84 yang gugur dari kapal perusak Dena milik Angkatan Laut Iran, yang tenggelam akibat serangan torpedo Amerika Serikat di lepas pantai Sri Lanka pada awal Maret.
Serangan yang dilancarkan pada Minggu tersebut melibatkan kombinasi persenjataan mutakhir, termasuk 10 rudal hipersonik jenis Fattah dan Qadr, serta armada pesawat nirawak (drone) destruktif. Selain menyasar fasilitas Israel, serangan ini juga diarahkan ke pangkalan udara Al-Dhafra yang menjadi basis pasukan Amerika, karena dianggap memberikan dukungan intelijen bagi serangan terhadap kedaulatan Iran.
"Serangan yang kuat dan berkelanjutan terhadap target-target AS dan Israel akan terus berlanjut hingga agresor dipaksa untuk menyerah dan menghadapi konsekuensi atas tindakan mereka," tegas pernyataan resmi IRGC.
Konfrontasi skala besar ini bermula sejak akhir Februari lalu, dipicu oleh eskalasi militer yang mengakibatkan hilangnya nyawa sejumlah pemimpin senior dan warga sipil di Iran. Sejak saat itu, wilayah tersebut terjebak dalam siklus serangan udara dan aksi balasan yang menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur di kedua belah pihak.
Hingga saat ini, situasi di kawasan Teluk tetap berada dalam status siaga tinggi. Operasi militer yang terus berlangsung ini dikhawatirkan akan memperluas cakupan konflik dan mengganggu stabilitas keamanan serta ekonomi global secara lebih luas. (Tasnim/B-3)
IRGC bongkar sel tentara bayaran di Azerbaijan Timur, Kerman, & Mazandaran. Ratusan orang ditangkap atas tuduhan spionase dan rencana sabotase ekonomi di Iran
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) resmi memblokade Selat Hormuz. Iran menuding AS melanggar kesepakatan gencatan senjata terkait blokade laut.
Garda Revolusi Iran (IRGC) peringatkan AS bahwa Selat Hormuz kini menjadi "zona bahaya mematikan" bagi kapal militer asing.
IRGC klaim usir dua kapal perusak AS di Selat Hormuz melalui video peringatan, sekaligus membantah pernyataan yang menyebut operasi pembersihan ranjau tetap berjalan sukses.
Militer AS resmi blokade Selat Hormuz dan pelabuhan Iran mulai 13 April 2026. Donald Trump beri peringatan keras, Iran tegaskan tidak akan tunduk.
IRGC tegaskan Iran tak luncurkan rudal selama gencatan senjata dengan AS. Di tengah negosiasi di Islamabad, Israel justru gempur wilayah Libanon selatan
Mengapa dunia khawatir dengan rudal Iran? Simak analisis mendalam kekuatan rahasia rudal balistik Iran yang mampu menjangkau Eropa dan menembus radar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved