Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM pernyataan pers yang disiarkan oleh kantor berita semi-resmi Mehr, Korps Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa mereka meluncurkan gelombang serangan ke-34 terhadap target Amerika Serikat (AS) dan Israel, menggunakan tiga jenis rudal dan satu jenis rudal hipersonik.
Gelombang serangan ini menargetkan tentara Amerika di pangkalan udara al-Dhafra, dekat Abu Dhabi, dan pangkalan udara Jufair di Bahrain, demikian pernyataan tersebut, dan bahwa beberapa pangkalan Israel juga menjadi sasaran, "terutama" pangkalan udara Ramat David dan bandara sipil Haifa.
“Peluncur rudal tersembunyi tentara Zionis di 'Bnei Brak' di sebelah timur Tel Aviv, dihantam oleh rudal Iran yang ampuh,” tambah pernyataan itu.
Sementara itu, pemerintahan Presiden Donald Trump masih berusaha mencari alasan agar rakyat Amerika mendukung konflik ini. Berdasarkan laporan Aljazeera, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan bahwa itu karena Iran telah memproduksi IED (alat peledak improvisasi) yang melukai tentara Amerika selama perang Irak. Tampaknya hal itu tidak diterima oleh rakyat Amerika.
Yang menjadi kekhawatiran utama adalah berapa lama ini akan berlangsung. Dengan tujuh negara terakhir yang dibom AS, hanya ada sedikit konsekuensi bagi rakyat Amerika.
Namun kali ini, mereka melihat kenaikan harga bensin, kenaikannya sangat drastis. Sekarang mulai mendengar bahwa pupuk untuk petani akan sangat terpengaruh karena sebagian besar berasal dari wilayah itu, dan ini adalah musim tanam.
Rakyat Amerika telah mengirimkan pesan bahwa mereka tidak mendukung aksi militer ini. Pentagon sekarang mencoba mengirimkan pesan bahwa ini tidak akan seperti Irak atau Afghanistan, karena pemerintahan Trump menghadapi tekanan yang semakin besar dari basis pendukungnya untuk mengakhiri ini.
IRGC bongkar sel tentara bayaran di Azerbaijan Timur, Kerman, & Mazandaran. Ratusan orang ditangkap atas tuduhan spionase dan rencana sabotase ekonomi di Iran
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) resmi memblokade Selat Hormuz. Iran menuding AS melanggar kesepakatan gencatan senjata terkait blokade laut.
Garda Revolusi Iran (IRGC) peringatkan AS bahwa Selat Hormuz kini menjadi "zona bahaya mematikan" bagi kapal militer asing.
IRGC klaim usir dua kapal perusak AS di Selat Hormuz melalui video peringatan, sekaligus membantah pernyataan yang menyebut operasi pembersihan ranjau tetap berjalan sukses.
Militer AS resmi blokade Selat Hormuz dan pelabuhan Iran mulai 13 April 2026. Donald Trump beri peringatan keras, Iran tegaskan tidak akan tunduk.
IRGC tegaskan Iran tak luncurkan rudal selama gencatan senjata dengan AS. Di tengah negosiasi di Islamabad, Israel justru gempur wilayah Libanon selatan
Eskalasi pecah di Timur Tengah setelah IRGC Iran meluncurkan operasi rudal masif. Drone sasar fasilitas AS di Irak, sementara negara-negara Teluk siaga penuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved