Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
VALERIA Chomsky, istri dari linguis dan filsuf terkemuka Noam Chomsky, merilis pernyataan panjang yang berisi pengakuan mengejutkan terkait hubungan mereka dengan mendiang Jeffrey Epstein. Valeria menyebut keterlibatan mereka dengan terpidana kasus perdagangan seks tersebut adalah sebuah "kesalahan fatal" dan bentuk keteledoran dalam meneliti latar belakang sang pemodal.
Hubungan antara Chomsky, 97, dan Epstein menjadi sorotan tajam setelah dokumen Departemen Kehakiman mengungkap kedekatan mereka. Bahkan, saat skandal perdagangan seks Epstein mencuat pada 2019, Chomsky sempat memberikan saran agar Epstein mengabaikan pemberitaan media.
Valeria menjelaskan perkenalan mereka pada 2015 didasari oleh ketidaktahuan. Saat itu, Epstein menampilkan diri sebagai seorang filantropis yang sangat tertarik pada sains, bidang yang dikuasai Chomsky.
“Dengan menampilkan dirinya seperti ini, Epstein menarik perhatian Noam, dan mereka mulai berkorespondensi. Tanpa sadar, kami membuka pintu bagi kuda Troya,” ujar Valeria. “Kami menyesal tidak menyadari hal ini sebagai strategi untuk menjebak kami dan mencoba merusak nilai-nilai yang Noam perjuangkan.”
Valeria mengakui pasangan ini sempat menginap di apartemen Epstein di New York dan Paris, serta mengunjungi peternakannya di New Mexico. Namun, ia menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein yang menjadi pusat skandal.
Dokumen yang dirilis menunjukkan Chomsky menyebut serangan pers terhadap Epstein sebagai "histeria" dan menyarankan Epstein untuk diam. Valeria menekankan pernyataan suaminya harus dipahami dalam konteks saat itu.
“Epstein mengklaim kepada Noam bahwa dia (Epstein) sedang dianiaya secara tidak adil, dan Noam berbicara dari pengalamannya sendiri dalam kontroversi politik dengan media. Epstein menciptakan narasi manipulatif tentang kasusnya, yang dipercayai oleh Noam dengan itikad baik,” jelasnya.
Valeria juga meluruskan kritik suaminya bukan ditujukan kepada gerakan perempuan, melainkan bentuk ketidaksukaannya terhadap apa yang kini dikenal sebagai cancel culture atau budaya pembatalan.
Pernyataan tersebut juga mengklarifikasi dua transaksi keuangan antara keduanya. Epstein pernah mengirim cek senilai US$20.000 terkait tantangan linguistik dan membantu Chomsky memulihkan dana pensiun sebesar US$270.000 yang mengalami ketidakkonsistenan.
Valeria menduga bantuan finansial itu merupakan bagian dari "makinasi" Epstein untuk mendapatkan akses lebih besar kepada suaminya. Ia menegaskan bahwa Epstein hanya bertindak sebagai penasihat keuangan untuk masalah spesifik tersebut dan tidak pernah memiliki akses ke rekening pribadi mereka.
Menutup pernyataannya, Valeria menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan tersebut. “Kami teledor karena tidak meneliti latar belakangnya secara menyeluruh. Ini adalah kesalahan besar, dan atas kekhilafan penilaian tersebut, saya meminta maaf atas nama kami berdua. Noam menyampaikan kepada saya, sebelum ia terkena stroke, bahwa ia merasakan hal yang sama,” pungkasnya.
Noam Chomsky diketahui menderita stroke berat tahun 2023 dan kini dalam kondisi kesehatan yang menurun. (The Guardian/Z-2)
King Charles III memberikan pidato emosional di depan Kongres AS. Di tengah skandal Pangeran Andrew, sang Raja menyelipkan pesan khusus bagi para penyintas kekerasan.
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap hubungan dekat David Blaine dan David Copperfield dengan Jeffrey Epstein.
Tinjauan terbaru terhadap dokumen Departemen Kehakiman AS mengungkap testimoni korban Jeffrey Epstein yang menyeret tokoh Wall Street hingga mantan senator. Mengapa investigasi mandek?
PM Inggris Keir Starmer menyebut pejabat Kemenlu sengaja menutupi kegagalan tes keamanan Lord Mandelson sebagai Dubes AS. Oposisi desak Starmer mundur.
Dewan Kota London meminta Andrew Mountbatten-Windsor menyerahkan gelar kehormatannya secara sukarela.
Google digugat di California atas dugaan fitur AI-nya membocorkan informasi kontak korban Jeffrey Epstein. Kasus ini menjadi preseden penting bagi tanggung jawab hukum perusahaan teknologi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved