Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer, meski kedua negara baru saja menyepakati kelanjutan perundingan nuklir tidak langsung di Oman.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi menyampaikan bahwa setiap aksi balasan Iran akan diarahkan langsung ke instalasi militer Amerika Serikat, bukan ke negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan AS.
Pernyataan Araqchi disampaikan dalam wawancara dengan media regional, sehari setelah Iran dan Amerika Serikat sepakat melanjutkan perundingan nuklir tidak langsung di Oman, yang oleh kedua pihak digambarkan sebagai awal yang positif.
Namun, Araqchi menolak upaya untuk memperluas agenda pembicaraan. Ia menegaskan bahwa perundingan nuklir tidak seharusnya dikaitkan dengan isu lain, seperti program rudal balistik Iran atau dukungan Teheran terhadap kelompok bersenjata di kawasan.
Menurutnya, dialog nuklir antara AS dan Iran tidak akan berjalan efektif selama ancaman dan tekanan militer terus dilayangkan.
Reaksi keras Teheran tersebut muncul di tengah meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Washington dilaporkan memperkuat armada laut dan struktur komando militernya sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan konflik yang lebih luas.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil tindakan tegas jika Iran terus memperluas program nuklirnya. Meski demikian, para diplomat AS menggambarkan suasana perundingan dengan Teheran sejauh ini berlangsung secara konstruktif.
Peringatan Iran dinilai bukan sekadar pernyataan diplomatik. Dalam sejarah terbaru, Teheran pernah melancarkan serangan rudal terhadap pangkalan militer AS di Qatar sebagai respons atas operasi militer besar-besaran di kawasan, yang menunjukkan bahwa ancaman serupa memiliki preseden nyata.
Para analis menilai situasi saat ini mencerminkan ketegangan antara dorongan untuk melanjutkan diplomasi dan risiko militer yang terus membayangi. Mereka memperingatkan bahwa eskalasi dapat terjadi sewaktu-waktu jika salah satu pihak merasa terancam secara langsung.
Eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga berpotensi memicu ketidakstabilan geopolitik yang lebih luas, termasuk gangguan terhadap pasar energi global dan keamanan kawasan Timur Tengah. (CNBC/H-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
RIA Novosti melaporkan dari Moskow, Rabu, serangan tersebut juga diarahkan kepada "titik-titik berkumpul dan pusat dukungan tempur pihak Zionis".
Iran menyatakan telah menyerang pangkalan AS Victoria di Irak, pangkalan udara Ali al-Salem di Kuwait, pangkalan udara Prince Sultan di Arab Saudi,
Lembaga tersebut menambahkan bahwa serangan itu tidak menyebabkan kerusakan material dan tim pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan api.
Belum ada rincian langsung yang diberikan mengenai kemungkinan kerusakan atau korban jiwa.
Amerika Serikat dilaporkan kehilangan peralatan militer senilai hampir US$2 miliar atau sekitar Rp33 triliun selama operasi militer terhadap Iran sejak Sabtu (28/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved