Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kanada tengah mempersiapkan rencana pertahanan nasional dengan skenario invasi Amerika Serikat ke negara tersebut, menurut pejabat federal pada Selasa (20/1). Langkah ini merupakan yang pertama kalinya bagi Kanada dalam seabad lebih, di mana mereka harus merancang rencana pertahanan menghadapi ancaman negara tetangga di selatan, tulis harian The Globe and Mail.
Rancangan tersebut dipersiapkan setelah Presiden AS Donald Trump menyiarkan gambar provokatif, yang menampilkan peta Kanada dan Greenland ditutupi bendera AS, melalui media sosial Truth pada Selasa (20/1).
Menurut pejabat tersebut, Kanada tak memiliki kekuatan militer yang cukup untuk menahan serangan berskala penuh AS. Karena itu, rencana pertahanan yang disusun akan mengandalkan sel-sel kecil personel militer dan warga biasa yang akan meluncurkan langkah balasan secara non-konvensional.
Nama pejabat dimaksud tidak disebutkan karena mereka tidak mendapat wewenang membahas rencana tersebut.
Dalam skenario pertahanan itu, kelompok-kelompok kecil tersebut akan melancarkan penyergapan, serangan pesawat drone, dan sabotase terhadap pasukan AS yang menginvasi Kanada.
Taktik tersebut diketahui digunakan kelompok Taliban di Afghanistan saat mereka menghadapi pasukan Rusia beberapa dasawarsa lalu, kemudian saat melawan pasukan AS dan sekutunya 20 tahun lalu.
Pejabat tersebut mengakui bahwa Kanada akan kewalahan menghadapi pasukan AS di titik-titik kunci hanya dalam waktu dua hari hingga sepekan.
Meski kemungkinan invasi AS ke Kanada sangat rendah, pemerintah Kanada tetap mempersiapkan skenario terburuk apabila hal tersebut benar terjadi.
Sementara itu, Kepala Staf Pertahanan Kanada Jenderal Jennie Carignan menyampaikan bahwa ia berencana membentuk pasukan relawan cadangan dengan personel hingga 400.000 orang.
Para pejabat Kanada mengatakan bahwa mereka memperkirakan negara-negara dengan senjata nuklir, seperti Prancis dan Inggris, akan membantu Kanada jika negara tersebut terkena invasi.
Kanada, Prancis, dan Inggris, serta AS, semuanya adalah anggota NATO.
"Jika anda menyerang Kanada, anda akan menghadapi seluruh dunia, bahkan lebih daripada Greenland," kata Mayjen David Fraser, yang memimpin pasukan Kanada di Afghanistan, kepada harian tersebut.
"Orang-orang peduli tentang apa yang terjadi di Kanada, tidak seperti di Venezuela," ucap dia, menambahkan.
"Anda akan benar-benar melihat kapal Jerman dan pesawat Inggris di Kanada untuk memperkuat kedaulatan negara ini," tutur Mayjen Fraser. (Ant/P-3)
AS menegaskan Iran tetap tampil di Piala Dunia 2026 meski muncul isu digantikan Italia. Ada syarat khusus terkait delegasi Iran.
KETUA Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan Teheran siap meningkatkan militernya di tengah memanasnya ketegangan Amerika Serikat atau AS jelang gencatan senjata berakhir
Merespons kejadian tersebut, Iran melancarkan serangan drone terhadap kapal-kapal perang AS, yang menyebabkan pasukan AS mundur.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya sikap waspada dalam menghadapi pihak lawan.
Pembicaraan teknis dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) akan menjadi kunci untuk memastikan Iran mematuhi isi perjanjian yang disepakati.
Di sisi lain, pemerintahan Trump menyatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir merupakan tujuan utama dalam kebijakan luar negeri mereka.
Pemerintah Rusia menegaskan akan terus melanjutkan perang di Ukraina hingga seluruh target militernya tercapai.
Dekrit tersebut akan memungkinkan Maduro memobilisasi angkatan bersenjata di seluruh negeri dan memberikan wewenang militer atas layanan publik dan industri minyak.
Korea Utara kembali melontarkan kecaman terhadap latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang tengah berlangsung.
UKRAINA telah meminta warganya untuk meninggalkan Kota Kupiansk dan tiga daerah lainnya di wilayah timur laut Kharkiv.
Ukraina menolak usulan perdamaian Presiden Rusia Vladimir Putin dalam beberapa jam setelah ditawarkan, dengan alasan tidak ada 'usulan perdamaian' baru dari Moskow.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved