Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim laporan mengenai ribuan demonstran yang tewas dalam kerusuhan di negaranya adalah bagian dari "kampanye disinformasi". Dalam wawancara dengan Fox News pada Rabu (14/1), Araghchi menyebut narasi tersebut sengaja dibangun untuk menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik terbuka.
Araghchi membantah keras angka kematian yang dilaporkan lembaga hak asasi manusia dan oposisi. Ia bersikeras bahwa jumlah korban jiwa hanya mencapai angka ratusan, bukan ribuan.
"Jumlah kematian, meskipun mereka berusaha keras untuk meningkatkannya, hanya berjumlah ratusan," ujar Araghchi. "Saya benar-benar membantah angka-angka yang mereka sebutkan. Itu adalah berlebihan, itu adalah kampanye disinformasi, hanya untuk mencari alasan, hanya untuk melakukan agresi lain terhadap Iran."
Menurut Araghchi, protes di Iran awalnya berlangsung damai selama 10 hari sebelum kemudian berubah menjadi "operasi teroris". Ia menuduh adanya "elemen teroris yang dikendalikan dari luar" yang menembaki polisi, pasukan keamanan, dan warga sipil guna meningkatkan angka kematian.
Tanpa memberikan bukti spesifik, Araghchi melabeli situasi ini sebagai "plot Israel" yang dirancang agar Presiden AS Donald Trump menepati ancamannya untuk melakukan intervensi militer jika Iran membunuh pedemo damai.
Pernyataan Araghchi ini muncul setelah Fox News menayangkan klip Reza Pahlavi, putra mendiang Syah Iran yang diasingkan, yang menyebut lebih dari 12.000 orang telah tewas. Di sisi lain, Human Rights Activists News Agency (HRANA) mencatat sedikitnya 2.400 demonstran tewas sejak tindakan keras dimulai bulan lalu.
Terkait kabar hukuman gantung terhadap demonstran, Araghchi menegaskan hal itu "tidak mungkin terjadi" dan menyebut kabar tersebut sebagai bagian dari disinformasi. Namun, pernyataan ini kontras dengan laporan dari lapangan mengenai kasus Erfan Soltani, 26.
Soltani ditangkap di rumahnya Kamis lalu, dan keluarganya diberitahu eksekusi telah dijadwalkan empat hari kemudian. Meski Presiden Trump sempat mengklaim Iran telah membatalkan rencana eksekusi, keluarga Soltani memberikan keterangan berbeda.
Somayeh, kerabat Soltani, mengonfirmasi kepada CNN bahwa eksekusi memang tidak dilaksanakan pada Rabu pagi sesuai jadwal semula. Namun, ia menekankan bahwa hukuman tersebut belum dibatalkan sepenuhnya. "Hukuman itu tidak dibatalkan, dan kami masih menunggu informasi lebih lanjut," ungkapnya.
Lembaga HAM Hengaw yang berbasis di Norwegia juga melaporkan pada Rabu malam bahwa eksekusi Soltani hanya ditunda, bukan dibatalkan. Ketidakpastian ini terus memicu ketegangan diplomatik antara Washington dan Tehran, di saat Trump tetap memantau ketat setiap langkah hukum yang diambil rezim Iran terhadap para tahanan politik. (CNN/BBC/Z-2)
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Ketegangan di Libanon Selatan meningkat setelah serangan udara Israel menewaskan 14 warga sipil. PM Netanyahu sebut Hizbullah melanggar gencatan senjata.
Upaya damai Iran-AS di ambang kegagalan setelah Trump membatalkan utusan ke Pakistan. Menlu Iran Abbas Araghchi kini menuju Rusia untuk bertemu Putin.
Menlu Iran Abbas Araghchi bertemu pimpinan militer Pakistan di Islamabad untuk membahas kelanjutan perundingan Iran-AS melalui jalur diplomasi tidak langsung.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Amerika Serikat sebagai penyebab gagalnya perundingan damai di Islamabad.
Menlu Iran Abbas Araghchi mengkritik keras AS karena membiarkan serangan Israel di Libanon berlanjut di tengah gencatan senjata. Simak selengkapnya.
Video terverifikasi mengungkap skala mengerikan tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstran. Jenazah menumpuk di rumah sakit meski internet diputus total.
Korban tewas protes Iran lampaui 5.100 jiwa. AS kirim armada tempur USS Abraham Lincoln saat militer Iran siaga tempur.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam represi kekerasan terhadap demonstran di Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved