Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) di bawah pemerintahan Donald Trump tengah gencar melakukan operasi imigrasi dan deportasi massal. Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat atau Immigration and Customs Enforcement (ICE) merupakan institusi mengeksekusi kebijakan keras Trump terhadap imigran.
ICE menjadi pusat perdebatan dalam kebijakan imigrasi Amerika, baik karena perannya dalam sistem hukum maupun dampaknya terhadap komunitas migran di seluruh negeri.
Menurut laman ice.gov, ICE bertugas menahan, mendeportasi, serta dalam beberapa kasus, menuntut imigran yang tidak memiliki izin tinggal resmi.
ICE didirikan pada 2003 setelah penggabungan antara bagian investigasi dan penegakan hukum dalam negeri dari dua lembaga sebelumnya yaitu US Customs Service yabg menangani kepabeanan dan Immigration and Naturalization Service.
Sejak itu, ICE berkembang menjadi organisasi dengan lebih dari 20.000 personel penegak hukum dan staf pendukung, yang tersebar di lebih dari 400 kantor di seluruh Amerika Serikat dan berbagai negara lain.
Dengan anggaran tahunan yang mencapai sekitar US$8 miliar, ICE menjalankan tugasnya melalui tiga divisi operasional utama yaitu Homeland Security Investigations (HSI), Enforcement and Removal Operations (ERO), dan Office of the Principal Legal Advisor (OPLA). Satu direktorat tambahan, yaitu Manajemen dan Administrasi (M&A), mendukung ketiga divisi tersebut dalam menjalankan misi lembaga.
Menurut Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan (Immigration and Nationality Act), ICE dapat melakukan penahanan dalam dua kategori: penahanan diskresioner dan penahanan wajib.
Dalam kasus penahanan diskresioner, ICE memiliki wewenang untuk menahan orang-orang yang sedang menunggu keputusan terkait deportasi mereka dari Amerika Serikat.
Namun, jika individu tersebut tidak dianggap sebagai risiko pelarian atau ancaman keamanan, ICE dapat memilih untuk membebaskan mereka dengan jaminan minimum sebesar US$1.500 atau dengan pengawasan.
Mereka juga bisa dimasukkan ke dalam program Alternatif Penahanan (Alt to Detention), yakni skema pengawasan berbasis teknologi seperti pelacakan GPS, yang memungkinkan individu tetap tinggal di rumah atau komunitas mereka selama proses hukum berlangsung.
Sementara itu, penahanan wajib diberlakukan terhadap imigran tidak berdokumen yang telah melakukan pelanggaran serius, termasuk tindak pidana terorisme atau kejahatan yang melibatkan moral turpitude, istilah hukum untuk perilaku yang dianggap sangat tercela dan tidak bermoral oleh masyarakat umum.
Mereka akan langsung ditahan begitu dibebaskan dari hukuman pidana dan umumnya tidak memenuhi syarat untuk pembebasan dengan jaminan.
Namun demikian, individu dalam kategori ini masih dapat mengajukan permohonan kepada hakim imigrasi untuk meninjau apakah mereka benar-benar termasuk dalam kelompok penahanan wajib tersebut. (H-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
KETAKUTAN menyelimuti para pekerja migran tidak berdokumen di Los Angeles menyusul razia besar-besaran pada operasi imigran AS yang dilakukan oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved