Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang memberikan mandat kepada Elon Musk untuk bisa meraih lebih banyak kekuasaan serta memangkas tenaga kerja federal.
Menurut perintah eksekutif pada Selasa (11/2), badan-badan federal diinstruksikan untuk bekerja sama dengan tim Musk dalam pengurangan biaya dan pembatasan perekrutan.
"Setiap badan harus merencanakan pengurangan besar-besaran staf dan membatasi perekrutan untuk posisi-posisi penting," kata pernyataan Gedung Putih seperti dilansir Anadolu, Rabu (12/2).
Trump, bersama Musk di Ruang Oval, memuji kerjanya, meskipun terbukti kontroversial di mata publik dan akademisi hukum, yang menyebutnya tidak konstitusional. Trump juga meminta Musk untuk mengambil tanggung jawab lebih lanjut.
Dengan mengecualikan sektor-sektor seperti keamanan nasional, penegakan hukum, dan imigrasi, perintah Trump merupakan upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memangkas 2,2 juta tenaga kerja federal di negara tersebut.
Berdasarkan pemisahan kekuasaan konstitusional, uang yang dialokasikan oleh Kongres harus dibelanjakan dan hanya dapat dipotong oleh tindakan Kongres lainnya.
Musk mengatakan timnya sedang menyelidiki kekayaan bersih pekerja federal dan menambahkan bahwa kekayaan bersih yang tinggi dapat mengindikasikan potensi penipuan.
"Ada beberapa orang di birokrasi yang gajinya hanya ratusan ribu dolar, tetapi entah bagaimana berhasil mengumpulkan kekayaan bersih puluhan juta dolar," katanya.
"Kami hanya ingin tahu dari mana asalnya," tambahnya.
Kritikus Musk mengatakan bahwa berdasarkan jaminan Konstitusi terhadap penggeledahan dan penyitaan yang tidak masuk akal, ia tidak memiliki hak untuk memeriksa catatan keuangan pribadi pekerja federal tanpa surat perintah hakim.
Dalam demonstrasi, anggota masyarakat dan Kongres telah memprotes pemberian Musk akses ke basis data pemerintah, termasuk materi sensitif. (Z-9)
Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh narasi viral mengenai ide "membungkus Matahari".
Ketegangan di Timur Tengah kian memanas. Media pemerintah Iran menyebut layanan internet satelit Starlink milik miliarder Amerika Serikat, Elon Musk, sebagai target yang sah untuk diserang.
Elon Musk usulkan satelit AI untuk mengatur radiasi Matahari. Konsep ini picu debat karena risiko besar bagi iklim global.
Rencana SpaceX dan Reflect Orbital meluncurkan jutaan pusat data serta cermin raksasa ke orbit memicu kemarahan astronom. Langit malam terancam berubah selamanya.
Elon Musk berencana membangun pabrik satelit AI di Bulan menggunakan sumber daya lunar. Ia mengusulkan penggunaan "ketapel" elektromagnetik untuk meluncurkan satelit.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved