Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEHUBUNGAN berita di Media Indonesia pagi ini yang berjudul Waspada Pneumonia Misterius dan Lonjakan Kasus Pernapasan di Musim Dingin, China Siap Siaga, ada lima hal yang ingin disampaikan Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi.
"Pertama, semua sepakat bahwa survailans dan deteksi dini merupakan kunci utama pengendalian penyakit menular, di dunia, di Tiongkok, dan juga di negara kita tentunya," ujar mantan Dirjen Pengendalian Penyakit Menular serta Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu dalam keterangannya, Senin (30/12).
Karena itu, isi berita tersebut yang menyebutkan bahwa pada Jumat, 27 Desember 2024, otoritas pengendalian penyakit China mengumumkan bahwa mereka tengah menguji coba sistem pemantauan khusus untuk pneumonia yang belum diketahui penyebabnya, menurut dia, merupakan suatu langkah amat baik dan perlu juga dipertimbangkan di negara kita, baik untuk infeksi pernapasan sampai pneumonia maupun penyakit menular lain.
Kedua, di Tiongkok dan sekitarnya memang selalu terjadi peningkatan kasus influenza like illness di akhir tahun dan musim dingin seperti ini. Karena itulah mereka meningkatkan upaya penanggulangannya. Di Indonesia, beberapa hari yang lalu juga diberitakan peningkatan kasus dengue yang seharusnya sejak sekarang sudah kita lihat peningkatan upaya penanggulangannya, tentu selain peningkatan kasus pernapasan dan demam yang lain.
"Ketiga, inluenza A yang banyak dibicarakan kini di Tiongkok, dan atau influenza B, memang selalu ada fluktuasi peningkatannya dari waktu ke waktu di berbagai belahan dunia. Karena itulah WHO selalu mengompilasi data ini dan diumumkan agar negara-negara dapat mengambil langkah yang diperlukan," ujar Tjandra.
Keempat, HMPV (human meta pneumo virus) yang kini diberitakan banyak terjadi di Tiongkok juga bukan penyakit baru di Negeri Tirai Bambu itu. Bahkan jurnal ilmiah mingguan CDC Tiongok di 2024 mengeluarkan publikasi berjudul Vital Surveillances: Seasonal and Genetic Characteristics of Human Metapneumovirus Circulating-Henan Province, China, 2017–2023 yang membahas tuntas tentang pola epidemiologik dan karakteristik genetikanya, sehingga bisa menjadi panduan pemerintah Tiongkok untuk program pengendalian dan bahkan proses vaksinasinya kelak.
"Akan baik kalau pola epidemiologik dan genetik berbagai penyakit menular kita juga dipublikasikan dalam jurnal ilmiah resmi seperti ini untuk jadi panduan pula," ucapnya.
Kelima, kita perlu terus menjaga dan meningkatkan pengendalian penyakit menular, mulai dari tingkat dasar yaitu pemahaman dan pola hidup masyarakat, lalu vaksinasi, surveilans, dan deteksi dini, serta penanganan kasus dan kontaknya.
Ia mengingatkan bahwa promotif preventif amatlah perlu. Jangan hanya bertumpu ke penanganan kasus yang sudah sakit. (Z-2)
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Studi terbaru menunjukkan konsumsi vitamin D sebagai suplemen tidak memberikan perlindungan yang bermakna secara statistik terhadap infeksi saluran pernapasan akut.
KKM mengatakan HMPV merupakan salah satu infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus dari keluarga Pneumoviridae, dan akan terus ada
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Sp.A menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
Campak kembali mengancam anak-anak di Indonesia. IDAI ungkap satu penderita bisa menulari hingga 18 orang, risiko pneumonia hingga kematian meningkat.
Prof. Tjandra Yoga Aditama membagikan tips menangani gejala ISPA ringan di rumah dan kapan waktu yang tepat untuk segera ke dokter.
Produksi dahak yang minim pada lansia serta penggunaan antibiotik yang luas sebelum diagnosis sering kali menghambat identifikasi agen penyebab.
KETUA Majelis Kehormatan PDPI Tjandra Yoga Aditama menyampaikan duka atas meninggalnya dokter muda akibat campak di Cipanas,Cianjur. Campak berisiko menyebabkan fatal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved