Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Serangan Intensif Israel ke Libanon Selatan
Setidaknya 100 orang tewas dan lebih dari 400 lainnya terluka dalam serangan udara intensif Israel yang menargetkan beberapa daerah di Lebanon sejak Senin (23/9) pagi. Anak-anak, wanita dan petugas medis termasuk di antara mereka yang terluka dalam serangan itu.
Dilansir Anadolu, Selasa (24/9), tentara Israel mengatakan pihaknya telah melancarkan lebih dari 300 serangan udara di Libanon sejak dini hari, menandai pemboman terberat sejak dimulainya permusuhan pada 8 Oktober lalu.
Baca juga : Perang Terbuka Hizbullah-Israel Meletus
Jet tempur menyerang wilayah dan lembah antara kota Ansar dan Zrariyeh di Nabatieh di Lebanon selatan, Kantor Berita Nasional (NNA) yang dikelola pemerintah melaporkan. Serangan menargetkan beberapa daerah lain, termasuk Wa'ba, Jibchit, Sharqia, Al-Namiriyeh, tepi Kfar Tebnit, Nabatiyeh El Faouqa dan Deir El Zahrani.
Selain itu, daerah sekitar jalan raya Kfar Roummane-Midneh, pinggiran Yohmor Al-Shaqif, Arnoun, Jabal Al-Tuffah, Jabal Al-Rihan, pinggiran Sejoud, dan bekas titik penyeberangan Kfar Tebnit juga terkena dampak.
Serangan udara besar-besaran juga dilaporkan di wilayah timur Tyre dan Sungai Litani di tepi selatan Dlafy di Libanon selatan. Serangan Israel telah memaksa ratusan orang meninggalkan rumah mereka di Tirus dan daerah lain di Lebanon selatan menuju kota Sidon, menurut koresponden Anadolu.
“Agresi Israel adalah rencana yang bertujuan menghancurkan desa-desa dan kota-kota Lebanon serta membasmi semua ruang terbuka hijau,” kata Perdana Menteri sementara Najib Mikati. (I-2)
Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan sembilan negara lainnya mendesak kedua pihak untuk menyetujui gencatan senjata selama 21 hari.
Kerja sama kolektif untuk menghentikan tindakan kriminal Israel dan menggerakkan opini internasional melawan pelanggaran Israel di Palestina dan Libanon.
Gelombang migrasi dari selatan Libanon, akibat serangan Israel, berlanjut menuju kota Sayda, Libanon pada Selasa (24/9).
Israel melancarkan serangan udara mematikan di Libanon pada Senin (23/9), menewaskan sedikitnya 492 orang, termasuk 35 anak-anak.
Hizbullah merespon dengan menembakkan rentetan rudal ke pangkalan udara Israel ketika para pemimpin dunia dan PBB menyerukan deeskalasi yang mendesak.
Sementara genosida yang dilakukan Israel di tanah Palestina, khususnya di Jalur Gaza, juga mengancam perdamaian di kawasan tersebut.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved