Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Hungaria pada Rabu (18/9) menyatakan bahwa perangkat penyeranta (pager) yang meledak di Libanon tidak pernah berada di negaranya.
Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara pemerintah, Zoltan Kovacs. Ini menanggapi keterangan perusahaan Taiwan, Gold Apollo, bahwa perangkat tersebut diproduksi dan dijual oleh perusahaan Hungaria, BAC Consulting KFT, yang berbasis di Budapest. Perusahaan ini memiliki lisensi untuk menggunakan merek Gold Apollo
pada pager tersebut.
"Otoritas telah mengonfirmasi bahwa perusahaan yang dimaksud ialah perantara perdagangan, tanpa lokasi produksi atau operasi di Hungaria," kata Kovacs.
Baca juga : Bantah Buat Pager Meledak di Libanon, Perusahaan Taiwan: Buatan Eropa
"Perusahaan ini hanya memiliki satu manajer yang terdaftar di alamat yang telah diumumkan dan perangkat yang disebutkan tidak pernah ada di Hungaria," tambahnya.
"Selama investigasi lebih lanjut, layanan keamanan nasional Hungaria bekerja sama dengan semua lembaga dan organisasi mitra internasional yang relevan," kata juru bicara tersebut.
Dia menambahkan bahwa kasus ini tidak menimbulkan risiko keamanan nasional bagi Hungaria.
Menurut otoritas kesehatan Libanon, setidaknya 21 orang, termasuk anak-anak, tewas dan lebih dari 3.000 lain terluka akibat ledakan pager di Libanon pada Selasa dan Rabu. (Ant/Z-2)
Setelah 16 tahun berkuasa, Viktor Orban memutuskan tidak mengambil kursi parlemen usai partainya kalah telak dari partai Tisza pimpinan Peter Magyar.
Peter Magyar dan Partai Tisza mencetak sejarah dengan mengakhiri kekuasaan Viktor Orban di Hungaria.
Dulu pengagum setia, kini lawan terkuat. Simak profil Peter Magyar, tokoh konservatif yang berjanji meruntuhkan sistem politik Viktor Orban di Hungaria.
PM Viktor Orban gelar rapat darurat usai penemuan bahan peledak di dekat pipa gas Rusia. Oposisi tuding adanya operasi "false flag" menjelang pemilu krusial.
Hungaria menggelar pemilu paling sengit sejak 2010. PM Viktor Orban menghadapi tantangan berat dari oposisi Peter Magyar di tengah isu korupsi dan pengaruh Rusia.
Human Rights Watch mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza saat kunjungannya Sabtu ini.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pertama kali mengaku bertanggung jawab atas ledakan massal pager (penyeranta) yang mengguncang Libanon hampir dua bulan lalu.
HIZBULLAH menembakkan sedikitnya 150 roket dari Libanon ke lokasi militer dan permukiman ilegal di Israel utara hanya dalam waktu satu jam. Demikian disampaikan Radio Angkatan Darat Israel.
SERANGAN dengan menggunakan pager atau penyeranta serta perangkat elektronik lain di Libanon melanggar hukum kemanusiaan internasional.
Kemenlu RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan ribuan alat komunikasi di Libanon yang diduga didalangi Israel baru-baru ini.
Sebanyak 12 orang termasuk seorang anak tewas dalam ledakan massal, dan hampir 2.800 orang lainnya terluka, termasuk 200 di antaranya dalam kondisi kritis.
Ledakan yang terjadi sebagai tindakan teroris dan deklarasi perang terhadap rakyat Libanon serta kedaulatan negara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved