Viktor Orban Mundur dari Parlemen Usai Kekalahan Telak Fidesz, Fokus Reorganisasi Partai

Thalatie K Yani
26/4/2026 04:00
Viktor Orban Mundur dari Parlemen Usai Kekalahan Telak Fidesz, Fokus Reorganisasi Partai
Setelah 16 tahun berkuasa, Viktor Orban memutuskan tidak mengambil kursi parlemen usai partainya kalah telak dari partai Tisza pimpinan Peter Magyar.(Media Sosial X)

PERDANA Menteri Hungaria yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, Viktor Orban, menyatakan tidak akan mengambil kursinya di parlemen. Keputusan ini diambil setelah partai pengusungnya, Fidesz, menderita kekalahan telak yang mengakhiri dominasi kekuasaannya selama 16 tahun terakhir.

Melalui pernyataan video yang dirilis di media sosial pada Sabtu malam, Orban menegaskan bahwa perannya saat ini lebih dibutuhkan di luar lembaga legislatif.

"Saya sekarang dibutuhkan bukan di parlemen, melainkan dalam reorganisasi gerakan patriotik," ujar Orban, 62.

Pergeseran Kekuatan Politik Hungaria

Dalam pemilu yang digelar 12 April lalu, Fidesz mengalami kemerosotan drastis dari 135 kursi menjadi hanya 52 kursi. Meski demikian, Orban secara teknis tetap terpilih sebagai anggota parlemen melalui daftar representasi proporsional. Namun, ia memilih untuk mengembalikan mandat tersebut kepada partai.

"Mandat yang saya peroleh sebagai kandidat utama daftar Fidesz-KDNP sebenarnya adalah mandat parlemen Fidesz. Karena alasan ini, saya memutuskan untuk mengembalikannya," tambah Orban. Kursi kepemimpinan blok parlementer Fidesz nantinya akan diserahkan kepada Gulyas Gergely mulai Senin mendatang.

Kemenangan besar justru diraih oleh partai Tisza yang dipimpin oleh Peter Magyar, mantan orang dalam Fidesz. Tisza berhasil mengamankan lebih dari dua pertiga mayoritas di parlemen yang berisi 199 kursi tersebut. Hasil ini membuka jalan bagi perubahan besar-besaran, baik di kebijakan domestik maupun hubungan luar negeri Hungaria.

Akhir dari Era NER dan Perubahan Haluan Negara

Runtuhnya suara Orban ditengarai akibat ketidakpuasan publik terhadap dugaan korupsi serta penurunan standar hidup masyarakat. PM baru, Peter Magyar, telah berjanji untuk membongkar sistem patronase yang dikenal sebagai NER, sebuah sistem yang dianggap hanya memperkaya loyalis partai dan menghamburkan sumber daya negara.

Magyar juga berencana memulihkan independensi yudisial serta memperbaiki sektor pendidikan dan kesehatan. Di kancah internasional, Hungaria diprediksi akan berbalik arah. Jika sebelumnya Orban sangat dekat dengan Donald Trump dan Vladimir Putin, Magyar berkomitmen menjalin hubungan yang lebih harmonis dengan Brussel (Uni Eropa) dan Kyiv (Ukraina).

Langkah Orban Selanjutnya

Viktor Orban telah memegang kursi parlemen sejak 1990 dan menjabat sebagai Perdana Menteri sejak 2010. Meski mundur dari parlemen, pengaruhnya di internal partai belum sepenuhnya hilang.

Nasib Orban sebagai pemimpin Fidesz akan ditentukan dalam konferensi partai pada Juni mendatang. Sementara itu, parlemen baru Hungaria dijadwalkan akan menggelar sesi pertamanya pada 9 Mei untuk memulai transisi pemerintahan baru. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya