Revolusi Politik Hungaria: Peter Magyar Tumbangkan Rezim 16 Tahun Viktor Orban

Thalatie K Yani
13/4/2026 10:31
Revolusi Politik Hungaria: Peter Magyar Tumbangkan Rezim 16 Tahun Viktor Orban
Peter Magyar dan Partai Tisza mencetak sejarah dengan mengakhiri kekuasaan Viktor Orban di Hungaria. (Media Sosial X)

PETA politik Hungaria berubah drastis setelah dominasi 16 tahun Viktor Orban resmi berakhir. Peter Magyar, mantan orang dalam partai yang berbalik menjadi penantang utama, berhasil memicu gelombang perubahan yang meruntuhkan sistem yang selama ini dikritik sebagai "autokrasi elektoral".

Berdasarkan hasil awal dengan lebih dari 98% suara yang telah dihitung, Partai Tisza pimpinan Magyar diproyeksikan meraih 138 kursi parlemen secara luar biasa. Sementara itu, partai Fidesz milik Orban terjun bebas ke angka 55 kursi, dan partai sayap kanan Our Homeland hanya meraih enam kursi.

Mandat Terkuat dalam Sejarah

Kemenangan ini diraih dengan partisipasi pemilih yang memecahkan rekor, yakni mencapai 79,5%. Dalam pidato kemenangannya di tepi Sungai Danube, Magyar menegaskan rakyat Hungaria telah memberikan mandat yang sangat kuat untuk perubahan.

"Kita berhasil melakukannya. Bersama-sama kita menggulingkan rezim Hungaria," ujar pria berusia 45 tahun tersebut di hadapan massa yang bersorak. "Hungaria mencetak sejarah hari ini."

Momentum kemenangan mulai terasa saat Orban secara mengejutkan menelepon Magyar untuk memberikan selamat ketika penghitungan suara baru mencapai 30%. Tak lama kemudian, Orban muncul di depan pendukungnya dengan wajah lesu. "Hasil pemilihan ini jelas dan menyakitkan. Hari-hari ke depan adalah waktu bagi kami untuk menyembuhkan luka," tutur Orban.

Misi Menghapus Korupsi dan Memulihkan Peradilan

Peter Magyar membangun gerakannya selama dua tahun dengan berkeliling ke desa-desa dan kota-kota, merangkul warga yang jenuh dengan kronisme dan korupsi sistemik. Ia berjanji akan merombak konstitusi, memulihkan independensi peradilan, serta menghapus sistem patronase "NER" yang selama ini memperkaya loyalis partai.

Dengan proyeksi 138 kursi, Magyar telah melampaui batas dua pertiga mayoritas (133 kursi) yang diperlukan untuk melakukan perubahan mendasar pada undang-undang negara. Selain reformasi domestik, ia juga membidik media pemerintah yang selama ini dianggap sebagai corong propaganda rezim lama.

Perubahan Arah Kebijakan Luar Negeri

Kemenangan Magyar juga membawa angin segar bagi hubungan Hungaria dengan Uni Eropa. Di bawah Orban, Hungaria sering bersitegang dengan Brussel karena kedekatannya dengan Vladimir Putin dan pemblokiran bantuan untuk Ukraina.

Kini, para pendukung Magyar menyuarakan sentimen anti-Rusia dengan seruan "Rusia pulanglah". Magyar sendiri berjanji kunjungan luar negeri pertamanya sebagai Perdana Menteri adalah ke Warsawa, Polandia, untuk memperkuat persahabatan kedua negara. Ia juga berencana segera ke Brussel guna mencairkan dana hibah sebesar €17 miliar yang selama ini dibekukan Uni Eropa karena isu pelanggaran hukum di era Orban.

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, menjadi salah satu pemimpin Eropa pertama yang menyambut kemenangan ini. Saat Orban kini memimpin dalam peran sementara (caretaker), Hungaria bersiap memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Peter Magyar yang menjanjikan transparansi dan kedekatan kembali dengan nilai-nilai Eropa. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya