Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Hongaria Katalin Novak, sekutu dekat Perdana Menteri Viktor Orban, mengumumkan pengunduran diri, Sabtu (10/2). Alasannya, dia kecewa dengan pengampunan yang diberikan kepada seorang pria yang terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak.
Segera setelah itu, pendukung Orban lainnya, mantan menteri kehakiman Judit Varga, mengumumkan keluar dari ranah politik. Pengumuman tersebut menyusul meningkatnya tekanan dari politisi oposisi dan protes di luar istana presiden, Jumat (9/2) malam.
“Saya mengundurkan diri dari jabatan saya. Saya meminta maaf kepada mereka yang saya sakiti dan semua korban yang mungkin mendapat kesan bahwa saya tidak mendukung mereka,” kata Novak, 46, mengakui dia telah melakukan kesalahan.
Baca juga : Orban Jadi Bulan-bulanan Petinggi UE yang Mendukung Ukraina
Kontroversi ini dipicu oleh pemberian grasi atau pengampunan pelaku pedofilia yang sempat bertugas sebagai mantan wakil direktur panti asuhan. Dia menutupi kasus pelecehan seksual yang dilakukan bosnya terhadap anak-anak yang mereka tanggung.
Grasi itu diambil April lalu saat kunjungan Paus Fransiskus ke Budapest. Sejak situs berita independen 444 mengungkapkan keputusan tersebut pekan lalu, oposisi negara tersebut telah menyerukan kepada Novak untuk mengundurkan diri.
Pada Jumat (9/2) malam, para demonstran berkumpul di luar istana presiden dan tiga penasihat presiden mengundurkan diri dari jabatan mereka.
Baca juga : Uni Eropa Pertimbangkan Dana Miliaran untuk Hungaria Jelang KTT Bantuan Ukraina
Novak, yang berada di Qatar untuk menghadiri pertandingan Hongaria melawan Kazakhstan di Kejuaraan Polo Air Dunia, Jumat (9/2), bergegas kembali ke Budapest.
Begitu pesawatnya mendarat, dia muncul dan langsung mengumumkan pengunduran dirinya.
"Pengampunan yang diberikan dan kurangnya penjelasan mungkin menimbulkan keraguan tentang tidak adanya toleransi terhadap pedofilia," katanya.
Baca juga : Macron Rayu Orban Supaya Terus Bantu Ukraina
Beberapa menit setelah pengumumannya, sekutu Orban lainnya, Judit Varga, juga mengumumkan pernyataan serupa. Sebagai menteri kehakiman, dia berhenti dari jabatannya untuk memimpin upaya pemilihan Parlemen Eropa.
Dia sebelumnya telah menyetujui pengampunan tersebut. “Saya melepaskan mandat saya sebagai anggota parlemen dan kepala daftar Parlemen Eropa,” katanya.
Guna menenangkan kemarahan nasional, Orban, Kamis (8/2), mengumumkan rencana merevisi konstitusi Hongaria. Itu untuk mengecualikan kemungkinan pengampunan bagi penjahat pedofil.
Baca juga : Pendeta Spanyol Lecehkan Lebih dari 200.000 Anak sejak 1940
Novak, yang untuk sementara digantikan Ketua Parlemen Laszlo Kover, tahun lalu dinobatkan majalah Forbes sebagai perempuan paling berpengaruh dalam kehidupan publik Hongaria.
Kepergiannya membuat lanskap politik Hongaria semakin didominasi laki-laki. Sejak pertengahan 2023 tidak ada perempuan dalam kabinet Viktor Orban yang beranggotakan 16 orang. (AFP/Z-1)
Baca juga : Terlibat Pelecehan Seks terhadap Anak, Polisi Tangkap 19 Orang di Australia
Setelah 16 tahun berkuasa, Viktor Orban memutuskan tidak mengambil kursi parlemen usai partainya kalah telak dari partai Tisza pimpinan Peter Magyar.
Kekalahan telak Viktor Orban dalam pemilu Hungaria disambut lega Uni Eropa. Peter Magyar berjanji pulihkan demokrasi dan perbaiki hubungan dengan Brussels.
Peter Magyar dan Partai Tisza mencetak sejarah dengan mengakhiri kekuasaan Viktor Orban di Hungaria.
Dulu pengagum setia, kini lawan terkuat. Simak profil Peter Magyar, tokoh konservatif yang berjanji meruntuhkan sistem politik Viktor Orban di Hungaria.
PM Viktor Orban gelar rapat darurat usai penemuan bahan peledak di dekat pipa gas Rusia. Oposisi tuding adanya operasi "false flag" menjelang pemilu krusial.
Viktor Orban menghadapi tantangan terberat dalam karier politiknya. Simak transformasi Hungaria di bawah kepemimpinannya dan sosok Peter Magyar yang mengancam takhtanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved