Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS), Selasa (30/5), mengecam pemerintah Kosovo terkait pelantikan wali kota berdarah Albania di utara Kosovo dengan kekuatan militer yang memicu kerusuhan di kawasan itu.
Sebanyak 30 pasukan penjaga perdamaian NATO terluka dalam bentrokan dengan demonstran etnik Serbia, Senin (29/5). Para demonstran memprotes keputusan Perdana Menteri Albun Kurti yang melantik wali kota pemenang pemilu yang diboikot warga etnik Serbia.
Kosovo juga didepak dari latihan militer gabungan di Eropa yang dipimpin AS akibat insiden itu. Hal itu diungkapkan Duta Besar AS di Pristina Jeffrey Hovenier.
Baca juga: 25 Penjaga Perdamaian Terluka di Kosovo
"Bagi Kosovo, latihan militer ini sudah usai," tegas Hovenier kepada media massa di Pristina.
Ini merupakan kali pertama AS menjatuhkan sanksi kepada Kosovo, yang menyatakan melepaskan diri dari Serbia pada 2008. Pernyataan itu mendapat dukungan dari AS yang dipandang sebagai sekutu utama Pristina.
Kosovo menyatakan kemerdekaan dari Beograd setelah perang antara pasukan Serbia dan pemberontak etnik Albania berakhir oleh intervensi militer NATO yang dipimpin AS.
Baca juga: Pesan Djokovic Soal Kosovo Tuai Kontroversi
Beograd dan sekutu utama mereka, Rusia dan Tiongkok, tidak mengakui kemerdekaan Kosovo sehingga Pristina hingga kini tidak bisa menjadi anggota PBB.
Akibat krisis antara pemerintah Kosovo dan warga etnik Serbia, AS bahkan mengancam untuk memutuskan hubungan diplomasi dan berhenti melobi dunia internasional untuk mengakui negara kecil di wilayah Balkan tersebut.
Hovenier menegaskan bahwa langkah pemerintah Kosovo telah menyebabkan krisis di wilayah utara negara itu.
"Kami telah meminta Perdana Menteri Kurti untuk meredakan ketegangan di utara dan hingga kini dia tidak menanggapi permintaan itu," ungkap Hovenier.
Bentrokan di wilayah utara Kosovo terjadi pada Senin (29/5) ketika Pristina, menggunakan pasukan bersenjata, berusaha melantik wali kota dari etnik Albania di kota yang mayoritas penduduknya warga etnik Serbia.
Langkah itu menuai kritik dari negara barat termasuk dari AS dan Uni Eropa.
Situasi memburuk ketika warga etnik Serbia berusaha memaksa masuk ke Balai Kota Zvecan namun dihalau polisi menggunakan gas air mata.
Pasukan penjaga perdamaian NATO berusaha menghalau demonstran namun disambut dengan lemparan batu, botol, dan bom molotov. Akibatnya, 30 personel pasukan penjaga keamanan, 11 warga Italia dan sembilan warga Hongaria, terluka.
Dari demonstran, sebanyak 52 orang terluka, tiga di antara mereka dalam kondisi kritis. (AFP/Z-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
BNI memberikan klarifikasi terkait aksi demonstrasi di Pematang Siantar. Bank menegaskan isu tersebut berkaitan dengan koperasi yang bukan bagian dari BNI.
Aksi tersebut digelar oleh BEM UI sebagai bentuk solidaritas terhadap aktivis Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras.
Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 1.031 personel gabungan untuk mengamankan aksi BEM UI terkait gugatan UU TNI dan solidaritas Andrie Yunus.
Gerakan No Kings ramai di Amerika Serikat lewat aksi demonstrasi besar. Sebenarnya apa itu No Kings dan apa tujuan di balik gerakan ini?
Robert De Niro ikut aksi “No Kings” di New York, bagian dari protes nasional terhadap kebijakan Trump terkait Iran dan imigrasi yang dinilai kontroversial.
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved