Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Malaysia akan memberikan alokasi pasca-banjir sebesar RM100 juta atau sekitar Rp340 miliar untuk perbaikan rumah dan infrastruktur yang rusak.
Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob mengatakan karena tingkat kerusakan yang disebabkan oleh banjir besar yang melanda beberapa negara bagian, pemerintah juga akan menyumbangkan RM1.000 untuk semua rumah tangga yang terkena dampak.
"Pada bulan September tahun ini, pemerintah meningkatkan bantuan belas kasih menjadi RM1.000 per rumah tangga. Kami akan mempercepat pembayaran ke daerah-daerah yang terkena dampak banjir di Selangor dan enam negara bagian lainnya," kata Bernama mengutip Datuk Seri Ismail setelah memimpin pertemuan khusus mengenai rencana tersebut dan tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi banjir.
Ismail mengatakan pada saat yang sama, perusahaan investasi terkait pemerintah (GLIC) dan perusahaan terkait pemerintah (GLC) telah sepakat untuk menyalurkan kontribusi dalam bentuk hibah yang sesuai.
Dia menuturkan, mereka telah sepakat untuk mengalokasikan jumlah awal sebesar RM20 juta.
“Artinya, jika masing-masing RM20 juta dari pemerintah dan GLICs/GLCs, RM40 juta (total), kami memiliki hibah pencocokan back-to-back dari pemerintah dan GLC. Ini akan menjadi salah satu jenis bantuan langsung yang akandisalurkan untuk meringankan beban para korban banjir,” ujarnya.
Ismail Sabri mengatakan hingga saat ini, 103 pusat evakuasi sementara telah dibuka di delapan distrik di Selangor, naik dari 48 pada Minggu (19/12).
Dia mengatakan semua masalah yang timbul seperti kekurangan makanan di pusat-pusat ini akan segera diselesaikan.
Dia mengungkapkan, Kementerian Kesehatan sementara akan menyediakan dokter, perawat dan kebutuhan seperti masker wajah, sanitiser dan obat-obatan di pusat-pusat evakuasi.
"Pemutaran Antigen RTK akan dilakukan di semua pusat untuk melindungi korban banjir dari infeksi covid-19," katanya.
Dia juga mengatakan, masalah pasokan makanan yang tidak mencukupi dan korban banjir yang terdampar yang tidak bisa dipindahkan ke pusat-pusat bantuan di Selangor dianggap selesai.
"Untuk mereka yang terjebak di mobil atau tempat lain selain rumah, sedang dilakukan tindakan untuk mengevakuasi mereka," katanya.
Untuk tempat tidur, pemerintah telah mendapatkan komitmen dari Departemen Kesejahteraan untuk menyediakan bilik yang nyaman dilengkapi dengan selimut dan kasur bagi korban banjir.
Ismail juga mengatakan bahwa pemerintah telah setuju untuk memberikan cuti darurat kepada pegawai negeri sipil yang terkena dampak banjir.
“Kami memahami keadaan mereka, sehingga pemerintah setuju untuk memberikan cuti darurat karena bencana ini. PNS yang terkena dampak, ketika mereka kembali bekerja, dapat berdiskusi dengan kepala departemen masing-masing tentang cuti tersebut,” ujarnya.
Ia berharap pihak swasta juga melakukan hal yang sama dengan memberikan cuti darurat kepada para pekerjanya yang terkena dampak.
“Jika mereka (majikan) setuju memberi (cuti), ada dua syarat, yaitu (cuti) tidak dapat dipotong dari cuti tahunan dan gaji karyawan tidak dapat dipotong,” tuturnya.
"Kalau cuti lima hari, tidak bisa dipotong gajinya. Harusnya cuti berbayar," ujarnya seraya menambahkan akan membicarakan hal itu dengan Menteri Sumber Daya Manusia M Saravanan. (Straitstimes/OL-12)
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
SEJUMLAH anak sungai di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari) Jambi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Pemprov Jawa Barat menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved